Gubernur Minta Mahasiswa AIESEC Membuat Catatan Tentang Babel

Pangkalpinang -  Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman melakukan audiensi dengan mahasiswa Anggota AIESEC di Ruang Rapat Tanjung Pendam Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, pada hari Kamis (10/08). Selain bagian dari jadwal para mahasiswa AIESEC, program kunjungan ini juga bermaksud untuk saling mengenal satu sama lain dan membuat program khusus untuk mempromosikan Bangka Belitung setelah mengunjungi beberapa titik pariwisata dan melihat budaya di Bangka Belitung.

"I will invite you to attend the independence day of the Republic of Indonesia at August 17th,"  kata Gubernur didepan 10 (sepuluh) mahasiswa AIESEC.

Ketika diundang untuk menghadiri kemeriahan 17 Agustus, seluruh mahasiswa AIESEC sangat antusias. Gubernur menyampaikan bahwa bukan hanya upacara perayaan kemerdekaan, tetapi juga akan ada pentas seni dan perlombaan tradisional. Selain itu Gubernur memberikan waktu dan tempat dalam perayaan dan upacara peringatan kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2017 mendatang, dimana mereka diberikan kesempatan untuk menampilkan seni budaya dari negara masing-masing.

Dalam audiensi dengan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung tersebut, seluruh mahasiswa AIESEC berbagi pendapat dan cerita tentang pengalaman mereka selama berada di Bangka Belitung. Beberapa diantara mereka merasa senang dan antusias karena keramahan orang-orang di Babel, makanan yang beraneka ragam serta panorama pariwisata yang memberi kesan yang mendalam bagi mereka. Dan pariwisata mendapat respon yang sangat baik dari para mahasiswa AIESES tersebut. Pasalnya daerah pantai, hutan dan tempat wisata lainnya sangat menarik perhatian mereka.

"At the end of this program I will write some suggestions. I think your tour plans and travel advertisements are not good enough to attract foreign tourists," kata Muhammad, mahasiswa AIESEC asal Iran ketika diminta saran dan pendapat oleh Gubernur. Menurut Muhammad, potensial pariwisata Bangka Belitung sudah ada, tinggal mengemas bagaimana program pariwisata yang ditawarkan akan menjadi daya tarik wisatawan mancanegara untuk datang ke Bangka Belitung.

Masukan-masukan berarti diberikan oleh para mahasiswa AIESEC tersebut untuk keberlangsungan program ini. Seperti misalnya transportasi lokal yang perlu ditingkatkan, fasilitas untuk backpacker maupun petunjuk dalam bahasa asing di tempat-tempat wisata serta memiliki penerjemah yang mumpuni.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur menyambut baik masukan dari seluruh mahasiswa AIESEC. Sebelum mengakhiri program ini, Gubernur berharap agar mereka dapat memberikan tulisan tentang pengalaman mereka selama di Babel.

Can you help me to make an essay about your journey in Bangka Belitung? A short and to the point essay,".ungkap Gubernur. Harapan Gubernur dengan adanya catatan dan tulisan dari para mahasiswa AIESEC akan memberi masukan bagi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung supaya kualitas pelayanan bagi wisatawan yang berkunjung ke Bangka Belitung dapat ditingkatkan.

Selain Gubernur, hadir juga Ibu Melati Erzaldi dalam audiensi tersebut. Ibu Gubernur mengatakan bahwa semua saran dan masukan yang diberikan untuk kemajuan Bangka Belitung. Dijelaskan juga oleh Ibu Gubernur bahwa AIESEC merupakan tahun kedua yang diselenggarakan di Bangka Belitung. Sebelumnya di tahun 2016 Kabupaten Bangka Tengah menginisiasi program AIESEC, dimana pada saat itu Erzaldi masih menjabat sebagai Bupati Bangka Tengah.

“Jika kita mengenal daerah Bangka Belitung dengan baik maka diharapkan mereka nantinya menjadi perpanjangan tangan tentang budaya dan pariwisata untuk kita promosikan. Selain itu mereka dapat bertukar budaya dan memotivasi pemuda disini,” ungkap Ibu Melati saat diwawancarai.

Ketika ditanya tentang fasilitas pariwisata, Ibu Melati mengatakan bahwa kegiatan homestay terus dikembangkan oleh Gubernur dan berharap hotel-hotel memiliki tingkatan standar mulai dari standard hotel untuk para backpacker hingga fasilitas hotel bintang lima.

Disinggung tentang peluncuran Babel Siap Pariwisata, Ibu Gubernur berpendapat bahwa Bangka Belitung harus siap. Dan kesiapan yang perlu diperhatikan adalah bahasa dan komunikasi, dan sektor pendidikan diharapkan mendukung program tersebut. Salah satunya adalah agar program English Day di Bangka Beltiung benar-benar menerapkan komunikasi dengan berbahasa Inggris dalam satu hari.

“Kita coba berkomunikasi dalam bahasa Inggris tanpa menghilangkan budaya asli bangsa. Ini yang harus didorong untuk memajukan pendidikan kita agar pariwisata dapat berkembang,” tegas Ibu Gubernur.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
nonadp
Fotografer: 
nonadp
Editor: 
Ahmad Fauzan Syahzian