Menteri Tenaga Kerja RI Sedang Mengkaji Dana Cadangan Pesangon Untuk Pekerja.

Pangkalpinang – Menteri Tenaga Kerja RI M. Hanif Dhakiri pada hari Kamis (10/08/2017) mengadakan kunjungan kerja di Bangka Belitung. Kedatangan Menteri Tenaga Kerja disambut hangat oleh Gubernur dan Wakil Gubernur beserta jajaran Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di UPTD Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Dalam kunjungan tersebut Menteri Tenaga Kerja dan Gubernur berinteraksi dengan para peserta workshop dari berbagai pelatihan yang ada di UPTD BLKI.

Pada kesempatan tersebut salah satu peserta Balai Latihan Kerja, Sanuri menyampaikan latar belakangnya mengikuti BLKI. Walau sudah memasuki usia 40 tahun, ia masih semangat berjuang untuk beralih profesi. Pasalnya dia menginginkan keterampilan atau skill untuk masuk ke perusahaan. “Dulu saya menambang timah, tetapi setelah masa timah sudah lewat, usia saya sudah 40 tahun. Saya tidak memiliki keterampilan untuk masuk keperusahaan,” ujar Sanuri.

Menteri Hanif mengapresiasi semangat peserta tersebut. Hanafi berujar apabila ada banyak orang yang memiliki kasus seperti Bapak Sanuri yang ingin beralih profesi ini apakah kapasitas BLKI akan mencukupi. Dan ini menjadi pekerjaan rumah bagi pihak terkait.

Lebih jauh Sanuri mengungkapkan bahwa selama pelatihan yang menyita waktu, ia sudah mempersiapkan sendiri untuk bulanan keluarganya, mengingat dengan pelatihan tersebut tentunya Ia tidak akan memiliki pemasukan, tetapi keluarganya tetap membutuhkan biaya.

Menanggapi hal tersebut, Hanif memiliki wacana untuk mengatasi hal yang demikian. “Ini sedang saya pikirkan. Kan bagus kalau kita punya yang namanya dana cadangan pesangon. Jadi kalau seandainya ada yang terkena PHK, kemudian bergabung dengan Balai Latihan Kerja, kemudian akan di cover dengan dana cadangan pesangon tadi dengan jangka waktu tertentu, apakah 3 bulan, apakah 6 bulan, atau mungkin 1 tahun,” ujar Hanif.

Ia menyebutkan bahwa saat ini memang Indonesia belum punya skema tersebut yang dapat memberi keamanan jaminan terhadap para pekerja tersebut. Hal Ini turut menjadi perhatian Hanif, mengingat perkembangan teknologi informasi saat ini semakin cepat, maka akan ada kemungkinan seseorang dapat mengakibatkan kehilangan pekerjaan dan perlu beralih profesi bisa menjadi semakin tinggi.

Hanif pun berterimakasih dengan berbagai masukan yang Ia terima dari para peserta pelatihan BLKI sebelum Ia mengakhiri kunjungannya di UPTD BLKI. (K5)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
khalimo
Fotografer: 
Khalimo