Hj. Melati Erzaldi: Tenun Cual Merupakan Warisan Budaya Bangka Belitung

Pangkalpinang - Tenun cual merupakan warisan budaya Bangka Belitung dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Dan upaya untuk menjaga budaya lokal tersebut adalah dengan cara branding tenun cual.

“Jadi satu cara yang akan Dekranasda Bangka Belitung lakukan guna menjaga dan mengembangkan kerajinan tenun cual adalah dengan melakukan branding tenun cual sehingga melalui branding ini diharapkan memberikan implikasi terhadap permintaan tenun kain cual sehingga dapat memberikan implikasi positif bagi para pengrajinnya," tegas Melati.

Hal tersebut disampaikan Ibu Melati usai pelantikan Pengurus Dekranasda Provinisi Kepulauan Bangka Belitung hari Rabu (20/07/2017) yang dihadiri oleh perwakilan Dekranasda Kabupaten/Kota, Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Abdul Fatah, Sekretaris DEKRNAS Ikhwan Asrin, perwakilan OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi dan perwakilan kantor BI Bangka Belitung.

Selain membangun branding tenun kain cual, Melati juga mengungkapkan bahwa saat ini DEKRANASDA Bangka Belitung telah bekerjasama dengan Bank Indonesia perwakilan Bangka Belitung untuk membantu para pengrajin dan sekaligus mengembangkan ekonomi kreatif di daerah.

“Pada tahun 2018 akan ada kegiatan di Mentok - Bangka Barat untuk pengembangan produk bagi para pengrajin khususnya berkenaan dengan tenun cual, dimana Bank Indonesia menjadi fasilitator,  membantu dan membina para pengrajin dari hulu hingga hilir," ungkap Melati.

Melati juga mengungkapkan bentuk pelatihan bagi para pengrajin tenun cual adalah bagaimana cara dan proses pembuatan tenun kain cual, pemberian bantuan mesin dan bahan baku dan kerja sama dengan beberapa desaigner untuk membantu pengrajin dalam mengembangkan produk cual.

“Nantinya bentuk kegiatannya adalah para pengrajin akan dilatih untuk membuat kain cual, bantuan mesin, bahan baku sampai akhirnya menjadi suatu produk yang akan dipamerkan. Bahkan untuk membangun branding cual ini direncanakan akan menggandeng designer," ungkap Melati.

Lebih jauh, Melati juga menjelaskan bahwa pengembangan melalui branding kain cual tidak terlepas guna menjaga dan melestarikan keberadaan tenun kain cual. Sedikitnya jumlah SDM penenun kain cual merupakan satu faktor utama perlunya perhatian pemerintah bersama dengan DEKRANASDA selaku mitra pemerintah dalam mengembangkan dan menjaga keberadaan unsur budaya kerajinan tenun kain cual.

“ DEKRANAS telah melakukan penelitian bahwa keberadaan warisan budaya tenun cual ini sudah hampir punah, maka Dekranas dan Dekranasda sebagai mitra pemerintah berperan untuk menjaga warisan budaya tersebut," tegas Melati.

Bank Indonesia : Program Cluster Untuk menjaga Eksistensi dan Membantu Pengembangan UMKM Tenun Kain Cual.

Sementara itu, Kepala Unit Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia Bangka Belitung Taufik menjelaskan, dalam rangka pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah yang ada di daerah, Bank Indonesia mempunyai program pemberdayaan sektor riil dan UMKM. "Pada tahun 2017 dan 2018, Bank Indonesia memiliki program cluster pengembangan produk unggulan daerah selain program untuk pengendalian inflansi,” ungkap Taufik.

Taufik menjelaskan sektor yang menjadi target dari program cluster BI adalah komoditas yang menjadi sumber tekanan inflasi. Dengan demikian fasilitasi dapat membantu meningkatkan pasokan dan mendukung penciptaan iklim usaha yang kondusif. Selain itu, program lain yang juga dilakukan adalah terhadap komoditas unggulan wilayah.

Taufik mengungkapkan bahwa salah satu komoditas unggulan yang akan dibantu oleh Bank Indonesia bersama dengan pemerintah daerah adalah pengembangan pengrajin kain cual. Pemilihan pengembangan pengrajin kain cual selain keberadaan tenun kain cual yang saat ini hampir punah juga diharapkan sektor kerajinan ini dapat berimplikasi terhadap ekonomi di daerah.

“Salah satu ciri khas di Bangka Belitung ini adalah kain cual. Kenapa kami saat ini fokus dalam pengembangan kerajinan kain cual ini, karena sektor usaha ini hampir bisa dikatakan minim sekali para pelaku usahanya dan sulit mendapatkan generasi untuk kerajinan tenun cual ini, apalagi kain cual ini merupakan warisan budaya. Hal inilah yang menjadikan sektor kerajinan ini  perlu dibantu”, ungkap Taufik.

Taufik juga mengungkapkan beberapa pendekatan yang akan dilakukan untuk menjaga agar sektor usaha kerajinan kain cual diantaranya melalui pemberian pelatihan bagi para pengrajin, fasilitasi pameran hingga pembiayaan melalui program sosial yang bersifat strategis

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Stevani
Fotografer: 
Lulus ( Biro Humas Sekretaris Daerah Prov.Babel)