“GUBERNUR ERZALDI TARGET KEBUTUHAN KETERSEDIAAN BIBIT UDANG VANNAMEI HENDAKNYA BERASAL DARI UPTD BPI TANJUNG KERASAK”

Tanjung Kerasak – Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Babel dalam bidang Perikanan Budidaya Udang Vaname ( litopenaeus vannamei ) dan Ikan Kerapu ( epinephelus coioides), Gubernur Erzaldi Rosman melakukan kunjungan kerja bersama rombongan instansi terkait ke UPTD Balai Pemuliaan Ikan (BPI) Tanjung Kerasak, Toboali, Bangka Selatan, Senin (23/10). Dia mengatakan, sebagai negeri kepulauan , Provinsi Babel ini memiliki potensi hasil laut yang sangat banyak.

”Sebagaimana kita ketahui bahwa potensi lokasi yang sekarang sedang dikembangkan untuk kawasan udang vaname di UPTD Balai Pemuliaan Ikan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Babel ini kurang lebih sudah mencapai hitungan luas 1400 hektar. Ini angka yang sangat luar biasa sehingga pertumbuhan dan perkembangannya yang dimulai sekitar dua tahun yang lalu hanya berkisar seluas 300 hektar sudah mencapai hasil produksi yang cukup signifikan,” jelasnya.

Gubernur Erzaldi melanjutkan, ini merupakan tantangan bagi kita khususnya Provinsi Babel untuk memberdayakan UPTD BPI Tanjung Kerasak sehingga ketersediaan bibit udang vaname dimana kami menargetkan 10% dari kebutuhan ketersediaan bibit udang vaname ini berasal dari BPI Tanjung Kerasak.

Sementara itu, Kepala UPTD BPI Esmet Ariyanto  saat ditanyakan Erzaldi rencana pembangunan apa saja yang harus ditambah untuk pemenuhan kebutuhan pembibitan dan budidaya udang vaname agar menunjang hasil produksi yang maksimal. Esmet mengatakan perlunya satu gedung hatchery pemeliharaan larva, satu gedung penetasan telur, dan dua gedung pemeliharaan induk. Esmet juga memerlukan tenaga SDM sebanyak 10 orang guna peningkatan produksi udang vaname, 2 orang tenaga security, serta 2 orang tenaga administrasi.

Kedatangan Gubernur juga bertujuan untuk perencanaan yang mana UPTD BPI Tanjung Kerasak ini akan dijadikan sumber untuk mengkonsentrasikan produksi benih udang vanamei. Kendala yang ditemukan saat beliau melakukan perbincangan dengan beberapa para pengusaha penambak ikan, yakni belum ada kejelasan  tentang perizinan budidaya udang vaname. 

“Insha Allah dalam waktu dekat kami akan mengundang asosiasi penambak udang vaname di Bangka Belitung untuk bersama – sama berembug bagaimana prosedur daripada perizinan budidaya udang vaname. Karena terus terang ini hal yang baru bagi investor di Babel ini , tentunya harus cepat dan segera di akomodir apa kira-kira keinginan dan hendaknya memberikan kemudahan untuk para pengusaha untuk berinvestasi di Babel,” harap Erzaldi.

Harapan  Erzaldi lainnya agar UPTD BPI yang berada di Tanjung Rusa di fungsikan khusus untuk produksi ikan Kerapuk. “Yang mana kita ketahui bahwa ekspor dan budidaya kerapu dari Babel mengalami peningkatan. Sehingga alangkah meruginya seandainya kita tidak mengelola dengan baik potensi hasil laut yang telah dimiliki. Karena masyarakat kita sangat butuh fasilitas dari pengadaan bibit kerapu ini. Terkait ketersediaan bibitnya sangat sedikit sementara peminatnya banyak,” ungkapnya.

”Alangkah baiknya potensi ini dikembangkan dan pada 2020 nanti, kapasitas yang berkenaan dengan pembibitan ini baik kerapuk maupun udang vaname akan ditingkatkan menjadi 300% sehingga ketersediaan kebutuhan akan bibit kerapu dan udang vaname ini betul – betul dapat dirasakan oleh masyarakat dan para pengusaha yang ingin berinvestasi ke Babel. Semoga kunjungan ini menjadi sarana untuk memotivasi para nelayan, peternak, atau penambak udang vaname dan kerapu agar dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di Babel,” pungkasnya. 

Sumber: 
DKP Babel
Penulis: 
Reni Pebrianti