1 Muharram Momen Mendekatkan Diri

Sungailiat – Tajuddin Staf Ahli Bidang Pembangunan dan Lingkungan Hidup Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyarankan agar peringatan 1 Muharram menjadi momen untuk lebih mendekatkan diri pada Sang Pencipta. Selain bergembira dan bersuka-cita, sebagai umat harus terus dekat, berdoa, berdzikir dan bertafakur. Sehingga Allah SWT selalu memberikan rahmat Nya.

“Jika kita bersyukur, Allah SWT akan memberikan karunia lebih besar lagi. Berada di jalan Nya dapat menuntun kita menuju masa depan yang telah dicita-citakan bersama,” kata Tajuddin saat Peringatan 1 Muharram 1438 H di Masjid Al Mu’minun, Kelurahan Kenangan, Sungailiat, Kabupaten Bangka, Minggu (2/10/2016).

Umat muslim hendaknya terus mempelajari teladan Rasulullah. Menurut Tajuddin, sebagai umat juga harus terus berupaya mengintrospeksi diri. Karena peristiwa hijrah yang dilakukan Rasulullah mengingatkan masyarakat Islam kepada peristiwa monumental. Diniliai dari sudut pandang sosial kemasyarakatan, hijrah Rasulullah sangat memberi makna.

Hijrah Rasulullah menjalin persaudaraan umat Muslim Mekah dengan penduduk asli di Madinah. Ia menambahkan, Rasulullah membangun umat lslam di atas prinsip-prinsip akidah Islam, termasuk dalam menjalankan sistem politik, keamanan serta ekonomi. Hukum ditegakkan secara adil untuk menghapus kedzoliman serta menghormati hak asasi manusia.

Islam mengutamakan musyawarah dan kebebasan berpikir. Ia menjelaskan, selain itu Islam juga mengajarkan agar umat muslim dapat menciptakan ketertiban dalam hidup bermasyarakat. Tolerasi antara umat beragama menjadi salah satu yang diinginkan masyarakat Islam. Jika bercermin dari teladan Rasulullah, dianjurkan umat muslim untuk berhijrah.

“Berhijrah dengan tujuan melakukan perbuatan lebih baik dari sebelumnya. Langkah dapat dilakukan yakni, meningkatkan kualitas pengabdian demi menciptakan kaidah serta syiar agama ini. Tak kalah penting untuk terus menjaga kesatuan dan kesatuan. Sehingga tercipta kondisi Bangka Belitung yang aman, damai, adil dan sejahtera,” jelasnya.

Iman dan takwa menjadi landasan dasar umat muslim. Lebih jauh Tajuddin mengatakan, introspeksi diri dengan cara merenungkan kembali sejauhmana pengabdian sebagai umat bagi kemajuan agama di daerah ini. Untuk itu, umat muslim diwajibkan menjaga kesatuan dan mengindari semua perbuatan yang dapat memicu terjadinya perpecahan.

“Jangan sampai karena perbedaan pendapat, menimbulkan perselisihan. Hal tersebut dapat mengakibatkan rusaknya persaudaraan dan persatuan. Tak ada artinya kita jika tidak dapat mempertahankan persatuan, kesatuan dan hubungan tali silaturahim antara umat muslim,” tegasnya.

Sumber: 
Diskominfo Babel
Penulis: 
Rizky Fitrajaya/Huzari
Fotografer: 
Rizky Fitrajaya
Editor: 
Huzari | Adi Tri Saputra