13 Prioritas Pembangunan Babel

Pangkalan Baru- Nazalyus Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengatakan ada tiga belas Prioritas Pembangunan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada tahun 2012 hingga tahun 2017, selasa (7/5/2013) saat menyampaikan paparan pada acara workshop   Penentuan Tema PHDR Provinsi kepulauan Bangka Belitung,  selasa (7/5/2013) di Hotel Aston PangkalanBaru Bangka Tengah.

Ia menuturkan Tiga belas Prioritas Pembangunan di Provinsi kepulauan Bangka Belitung yaitu yang terdiri dari pertama pengembangan one village one product (ovop) dan koperasi komoditi, kedua penguatan rural urban linkages, ketiga pengembangan infrastruktur dan peningkatan konektivitas antar wilayah, sedangkan yang keempat yaitu peningkatan kualitas lingkungan hidup.

Reklamasi lahan kritis dan lahan eks tambang menjadi prioritas kelima, prioritas keenam yaitu pengembangan wilayah strategis, tertinggal, pesisir dan pulau-pulau kecil, ketujuh peningkatan manajemen pemerintahan dan aparatur, kedelapan peningkatan kualitas pendidikan 12 tahun, kesembilan peningkatan pelayanan kesehatan, kesepuluh yaitu pemberdayaan masyarakat dan penanggulan kemiskinan, sebelas prioritas pembangunan pemberdayaan local dan destinasi wisata, sedangkan pengendalian pemanfaatan ruang jadi prioritas kedua belas, prioritas yang terakhir menurut Nazlyus yaitu Program satam Emas, jelasnya.

Lebih jauh ia menjelaskan bahwa pembangunan daerah sebagai penjabaran pembangunan Nasional, jika dilihat dari tinjauan aspek pembangunan, menurutnya pembangunan sektoral merupakan pencapaian sasaran pembangunan nasional dilakukan melalui berbagai kegiataan pembangunan sektoral yang dilaksanakan di daerah, sedangkan pembangunan wilayah, meliputi perkotaan dan pedesaan sebagai pusat lokasi kegiataan social ekonomi dari wilayah tersebut, tak hanya itu jika dilihat tinjauan terhadap aspek pembangunan, dikatakan Nazalyus bahwa Pemerintahan merupakan usaha mengembangkan dan memperkuat pemerintahan daerah dalam rangka makin mantapnya otonomi, katanya (7/5/2013).

“empat  IPM yang melatarbelakangi indeks pembangunan manusia(IPM), yaitu pertama IPM adalah indicator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia/penduduk, sedangkan latar belakang yang kedua menurutnya yaitu IPM adalah salah satu ukuran kinerja daerah khususnya mengevaluasi proses pembangunan sumber daya manusia.

Latar belakang indeks pembangunan yang ketiga yaitu menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan kesehatan dan pendidikan, sedangkan yang keempat yaitu IPM dibentuk oleh 3 dimensi dasar, tiga dimensi dasar yang dimaksud yaitu umur panjang dan sehat, pendapatan dan penghidupan layak”, jelasnya. (adit)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Adit