137 Pejabat Dilantik, Gubernur Erzaldi: Pelantikan Kali Ini Berbeda

PANGKALPINANG -- Sebanyak 137 ASN yang terdiri dari pejabat struktural dan fungsional dilantik, Senin sore (5/8/2019). Erzaldi Rosman Gubernur Kepulauan Bangka Belitung menegaskan pelantikan ini berbeda dengan pelantikan sebelumnya. Sebab pelantikan ini untuk mendukung percepatan pelaksanaan program pemerintah.

"Pelayanan terus meningkatkan, maka ada persyaratan yang harus dipenuhi untuk menduduki jabatan," kata Gubernur Erzaldi saat Pelantikan Pejabat Struktural dan Fungsional di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, di ruang Pasir Padi, Kantor Gubernur Babel.

Pemamgku jabatan harus memenuhi persyaratan. Gubernur Erzaldi menambahkan, terdapat aturan yang harus dipenuhi di antaranya, mempunyai sertifikat barang dan jasa. Jika telah memegang sertifikat, diharapkan bisa mengindari terjadi kekeliruan.

"Ini pintu masuk bagi aparat untuk melakukan pemeriksaan, untuk itu sertifikasi sangat diperlukan. ASN yang terus terpilih dipromosikan, sedangkan yang tidak terpilih akan tereleminasi secara sendiri," jelas Gubernur Erzaldi.

Gubernur Erzaldi memastikan secara langsung meminta pemberian sanksi kepada ASN yang tidak disiplin. Adapun pendisiplinan tersebut dilakukan secara berjenjang. Pemimpin hendaknya memberikan contoh kepada stafnya.

Tahun ini akan banyak terjadi mutasi dan rotasi. Menurut Gubernur Erzaldi, meski ASN tersebut belum setahun menempati jabatan bisa dimutasi. Selain itu, tahun ini cukup banyak pejabat pensiun, sehingga perlu mencari penggantinya.

"Untuk mengganti yang pensiun diambil dari lingkungan pemerintah provinsi, tidak mengambil dari luar. Kalau mengambil  dari lingkungan ini, biasanya berhasil. Sebab sudah tahu kondisi. Kita melihat leadership, etos kerja, karakter dan sebagainya," jelas Gubernur Erzaldi.

Sebaliknya, Gubernur Erzaldi menekankan, jika tidak melaksanakan tugas dengan benar bisa diturunkan dari jabatannya. Menjadi pejabat sekarang ini sangat berat, tidak ada istilah jual beli jabatan.

"Selain itu saya sarankan ASN jangan sering berselancar di medsos. Namun kalau digunakan untuk mendukung memberikan informasi yang baik bagi masyarakat tidak apa-apa," kata Gubernur Erzaldi.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Huzari
Editor: 
Padli