18 Orang Pranata Humas Pemprov Babel Kunjungi Garuda Indonesia


Jakarta - 18 orang Pranata Humas Pemprov Kep Babel kunjungi PT Garuda Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, Senin (17/11/14). 18 peserta dari Prov Kep. Babel ini merupakan bagian dari 28 orang peserta diklat dasar Jabatan Fungsional Pranata Humas Tingkat Ahli Angkatan VI di Pusdiklat KemKominfo Jakarta. Peserta Diklat yang didampingi Koordinator Diklat, Dra. Farydayaty dan Widyaswara Nur Azizah diterima oleh Vice Presiden Corporate Communication Pujobroto, Senior Manager Employee Communication Yanti, dan Senior Manager Public Relation Ikhsan Rosan. 
Pujobroto, Vice President Corporate Communication mengatakan bahwa Humas harus mengacu pada strategi dan objektiv dari perusahaan. Humas berperan melakukan hal-hal praktis, namun ada peran penting humas yaitu memerankan fungsi strategic bagi manajemen untuk meningkatkan posisi dan peran kita.
"Jika ada keluhan di media, kita harus men-check itu dan disampaikan ke direksi agar direksi dapat membuat tanggapan dengan baik. Kita harus siap menanggapi setiap krisis. Inilah peran strategic humas", jelasnya.
Delegasi mendapat pemaparan mengenai sejarah Garuda Indonesia, mulai dari pendiriannya pada tahun 1949 hingga sekarang, dimana Garuda masuk 10 besar maskapai terbaik dunia. Yanti, senior manager mengatakan bahwa garuda sebagai perusahaan penerbangan yang handal dengan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat dunia dengan menggunakan keramahan Indonesia. Garuda Indonesia memilik nilai-nilai perusahaan, yaitu fly-hi.
Lebih jauh ia mengatkan bahwa hurus itu penting, peran humas membantu management mengelola isu, membangun opini publik yang positif, mempertahankan image positif dan reputasi perusahaan tentunya akan mendapatkan dukungan stakeholder. 
"Kita mengelolah message, data, untuk menjadi informasi yang sangat berharga bagi publik untuk memperbaiki dan ini lah modal internal untuk melaksanakan PR eksternal," jelasnya.
Senada dengan Yanti, Ikhsan, Senior Maganer Public Relation menambahkan bahwa kita sebagai humas harus mengkomunikasikan semua program yang telah dilakukan dan semua itu harus sampaikan kepada publik. Kita harus menyampaikan sesuatu yang baik itu. 
"Komunikasikan semua yang baik kepada publik. Kami melakukan press release, maling list, dan berita foto 3 x seminggu," tambahnya.
Dalam kesempatan tanya jawab, peserta Diklat didorong untuk membiasakan diri menulis, membuat press release, mengolah pesan-pesan internal dan isu-isu publik agar image instansi dapat terjaga dengan baik. 
Sementara itu, Dra. Farydayaty Koordinator Diklat mengatakan bahwa kunjungan ini merupakan observasi lapangan bagi peserta diklat ini dan kami melihat humas garuda itu sangat dinamis. Seluruh peserta ingin mengetahui bagaimana implementasinya, bagaimana urusan dengan media. 
"Garuda adalah perusahan yang sangat dinamis dalam mengelola kehumasan. Itu yang membuat kami sangat bangga atas diterima kunjungan ini," pujinya.
Melalui kunjungan tersebut, peserta Diklat mendapatkan informasi mengenai peran humas dalam menangani berbagai masalah dan juga memperoleh masukan mengenai proses pembentukan opini publik atau penulisan press release yang diharapkan akan bermanfaat dalam pengembangan kompetensi dan karier mereka ke depan.
Pertemuan berlangsung secara interaktif dan diakhiri dengan acara tanya jawab.  Di akhir kunjungan dilakukan penyerahan plakat Kementerian Kominfo kepada Humas Garuda Indonesia dan foto bersama. (*an
 

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Surianto
Fotografer: 
Surianto
Editor: 
Surianto