286 Warga Binaan Lapas Tuatunu Terima Remisi

Pangkalpinang – Sebanyak 286 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tuatunu  Pangkalpinang menerima remisi umum. Adapun rinciannya, 242 warga binaan terkait kasus pidana umum mendapat remisi umum (RU) I, dan 12 orang mendapat RU II. Selain itu, ada 26 warga binaan terkait pidana khusus mendapat RU I dan satu orang mendapatkan RU II.

Setelah mendapatkan remisi, 13 warga binaan langsung dapat menghirup udara bebas. Remisi dalam rangkat peringatan Hari Kemerdekaan ke-71 Republik Indonesia secara simbolis diberikan Rustam Effendi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, di Aula Lapas Tuatunu Pangkalpinang, Rabu (17/08/16).

Gubernur mengatakan, peringatan hari kemerdekaan menjadi milik segenap lapisan masyarakat, termasuk warga binaan. Sebab, memberikan perlakuan yang manusiawi terhadap warga binaan merupakan suatu kewajiban sebagai bangsa beradab. Karena warga binaan merupakan bagian dari warga yang tetap memiliki hak, sehingga harus dihormati.

“Penghormatan dan pemenuhan hak-hak tersebut harus terus dipertahankan dan diperjuangkan,” kata Gubernur saat membacakan sambutan Menteri Hukum dan HAM RI Yasonna H Laoly dalam upacara pemberian remisi umum peringatan HUT ke-71 Proklamasi Kemerdekaan RI, di Lapas Klas IIA Tuatunu Pangkalpinang, Rabu (17/08/2016).

Salah satu hak warga binaan, jelasnya, mendapatkan pengurangan masa pidana atau remisi. Karena remisi merupakan hak yang telah diatur secara tegas dalam Pasal 14 ayat 1 Undang-Undang Nomor 12 tahun 1995 tentang Pemasyarakatan. Pasal tersebut menyatakan, setiap nara pidana mempunyai hak untuk mendapatkan pengurangan masa menjalani pidana.

Remisi juga dapat mempercepat proses mengembalikan warga binaan dalam kehidupan bermasyarakat. Ia menambahkan, selanjutnya warga binaan dapat memperbaiki kualitas hubungan dengan keluarganya. Sebagai komitmen pemerintah dalam pemberdayaan warga binaan, Kementerian Hukum dan HAM terus berinovasi mencanangkan program lembaga pemasyarakatan produktif.

"Warga binaan ini mendapatkan pelatihan di dalam lapas. Pembekalan ini untuk memberikan keterampilan agar mereka bisa menatap masa depan menjadi lebih baik dan diharapkan tidak kembali lagi ke sini. Dan hari ini BUMN juga peduli dengan memberikan bantuan agar mereka bisa berkarya di lingkungannya," harapnya.

Sementara Bambang Palasara Kakanwil Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, pemberian remisi ini merupakan bentuk penghargaan negara kepada warga binaan yang berkelakuan baik selama menjalani hukuman pidana. Pemberian remisi sebagai upaya Kemenhumham mewujudkan pemenuhan hak warga binaan.

"Remisi diberikan kepada warga binaan yang telah memenuhi syarat, seperti telah menjalani hukuman minimal enam bulan, disiplin, berkelakuan baik, tidak sedang menjalani pidana denda dan hukum disiplin. Total penghuni lapas di Babel sebanyak 1999 orang dan sebanyak 884 orang dinyatakan mendapat remisi,” jelasnya.

Adapun rinciannya, 845 warga binaan mendapat remisi kategori RU I (napi setelah mendapat remisi masih menjalani sisa masa tahanan) dan 39 orang mendapat remisi kategori RU II (langsung bebas karena masa hukuman langsung habis dikurangi remisi. Sejumlah warga binaan tersebut menjalani masa hukuman di lima tempat.

“Terdapat 286 warga binaan Lapas Tuatunu Pangkalpinang, 215 warga binaan Lapas Sungailiat, 144 orang Lapas Tanjung Pandan, 168 orang Lapas Sustik Pangkapinang dan 76 warga binaan Cabang Rutan Muntok," katanya.

Sumber: 
Diskominfo Babel
Penulis: 
Surianto
Fotografer: 
Adi Tri Saputra
Editor: 
Huzari | Adi Tri Saputra