332 Peserta Pelantara VI Sail Karimata Menuju Pulau Bintan

Belinyu – Sebanyak 332 peserta Pramuka Saka Bahari Pelayaran Lingkar Nusantara (Pelantara) VI Sail Karimata 2016 melanjutkan perjalanan ke Pulau Bintan. Perjalanan ini bertujuan membentuk karakter generasi muda saka bahari serta memberi pemahaman mengenai pentingnya pengamanan pulau terluar bagi keutuhan NKRI.

Sahirman Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, pemerintah provinsi mendukung kegiatan yang melibatkan pemuda dan anak pramuka untuk Sail Karimata. Anak muda harus mengembangkan pengalaman serta mencintai heterogenitas bangsa, sebab kegiatan ini melibatkan generasi muda dari 22 provinsi.

"Mereka berbaur dan di sini ada proses alkuturasi budaya, melihat secara nyata budaya daerah masing-masing. Heterogenitas itu memperindah bangunan bangsa ini, namun tetap damai," jelas Sahirman usai mengikuti acara pelepasan Peserta Pelantara di Pelabuhan Tanjung Gudang, Belinyu, Kabupaten Bangka, Senin (26/9/16).

Sejak Sabtu (24/9) lalu peserta Pelantara berada di Pulau Bangka. Rute peserta melewati Jakarta-Tanjung Gudang Bangka–Tanjung Uban Pulau Bintan–Ranai Tarempa Jambi–Pulang Sekatung–Pontianak/Tanjung Datu–Kayong/Karimata lalu kembali lagi ke Jakarta. Perjalanan menggunakan KRI Surabaya 591 ini diprakarsai TNI AL bersama Pramuka Saka Bahari Tingkat Nasional.

Aktivitas peserta membangunan rasa cinta. Sahirman menjelaskan, peserta diajarkan mencintai lingkungan, menanam mangrove, bersih-bersih rumah ibadah dan melakukan bhakti sosial. Selain cinta lingkungan, peserta juga diajarkan cinta kepada sesama yang menjadi nilai edukasi kecintaan terhadap tanah air.

"Kita harap pelajar Bangka Belitung banyak belajar, tidak boleh seperti katak dalam tempurung. Sebab ada kelebihan setiap daerah, semua bisa disinergikan. Hal ini bisa membuat kita lebih unggul, sehingga bisa menjadikan Bangka Belitung yang baru," kata Sahirman.

Kolonel Laut (P) Ribut Eko Suyanto Dansatgas Pelantara VI 2016 mengatakan, peserta Pelantara singgah di empat provinsi di antaranya Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Jambi dan Kalimantan Barat. Rata-rata lama waktu singgah di setiap provinsi selama tiga hari. Peserta Pelantara berinteraksi dengan masyarakat dan mengunjungi sekolah.

“Apabila harus sampai ke pelosok-pelosok, waktu tiga hari di Bangka Belitung dirasa masih kurang. Selama dua hari kita ke pulau melakukan konservasi, transplantasi terumbu karang dan penanaman mangrove. Hal ini sebagai pembelajaran agar generasi muda tahu betapa penting menjaga kelestarian alam dan lingkungan," ungkap Eko.

Sementara Letkol Laut (P) Ari Krisdianto Komandan KRI Surabaya-591 mengatakan, jumlah total peserta sebanyak 632 orang, terdiri dari 332 peserta saka bahari dan 300 peserta bela negara. Khusus Bangka Belitung mengirimkan 26 peserta. Jumlah ini terbanyak kedua setelah Provinsi Nusa Tenggara Barat berjumlah 34 orang.

Beragam aktivitas peserta Pelantara di Kapal KRI Surabaya-591. Ia menjelaskan, selama 27 hari berlayar, peserta diberikan pembekalan dan diperkenalkan tentang wawasan kebangsaan, bela negara, kemaritiman, keangkatan lautan, kepemimpinan serta kehidupan prajurit angkatan laut di KRI. Selain itu diperkenalkan beraneka ragam budaya maupun kehidupan sosial masyarakat.

“Tujuan kegiatan ini agar generasi muda lebih mencintai dan bisa melihat potensi-potensi di pulau terluar. Ini juga dapat memberikan pengenalan bagaimana pertahanan wilayah laut. Agar generasi muda mencintai tanah air dan memiliki ide-ide segar bagi negara, bagaimana memperdalam pertahanan wilayah laut," harapnya.

Sumber: 
Diskominfo Babel
Penulis: 
Surianto
Fotografer: 
Adi Tri Saputra
Editor: 
Huzari | Adi Tri Saputra