3D Cara Jitu Atasi Upal

Bangka Tengah - Dilihat, diraba, diterawang atau yang lebih dikenal dengan 3D menjadi cara jitu untuk mengenali uang palsu (upal). Sosialisasi ini terus diungkapkan penjaga stand Bank Indonesia saat meramaikan Sumbagsel Expo yang digelar di Novotel Golf and Convention Center, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Salah satu tujuan Bank Indonesia mengikuti acara ini yakni, untuk mensosialisasikan ciri-ciri keaslian uang rupiah. Terdapat 60 stand di acara yang dibuka Luki Eko Wuryanto, Deputi Kementerian Koordinator Perekonomian Indonesia Bidang Infrastruktur Pengembangan Wilayah tersebut. Sejumlah peserta ini berasal dari berbagai penjuru wilayah Sumbagsel.

Dijadwalkan kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, terhitung Kamis 7 Maret hingga 10 Maret 2013. Masing-masing stand yang mengikuti kegiatan ini mempromosikan keunggulan dari produknya.

Dadan M Sadrah, Asisten Direktur Kepala Tim Sistem Pembayaran Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah VII menjelaskan, Bank Indonesia berupaya untuk mengamankan uang rupiah dari upaya pemalsuan. Ciri-ciri uang rupiah cukup mudah dikenali masyarakat, yaitu dengan melihat warna, gambar, ukuran, berat dan beberapa tanda-tanda lainnya.

Ciri uang rupiah mudah dikenali dengan cara dilihat, diraba, diterawang atau yang lebih dikenal dengan 3D. Lebih jauh ia menjelaskan, uang asli warnanya terlihat terang dan jelas. Terdapat benang pengaman terbuat dari bahan tertentu yang ditanam pada kertas uang dan tampak sebagai garis melintang atau beranyam. Jika diraba, setiap uang terdapat angka, huruf dan gambar utama dengan cetak intaglio yaitu, hasil cetak berbentuk relief yang terasa kasar.

Sedangkan jika diterawang, ungkapnya, setiap lembar uang terdapat tanda air, yaitu suatu gambar tertentu yang dibuat dengan cara menipiskan dan menebalkan serat kertas. Jika diterawangkan, umumnya berupa gambar pahlawan. Setiap uang kertas terdapat rectoverso, yaitu hasil cetak yang beradu tepat atau saling mengisi di muka dan belakang.

"Bahan kertas pembuatan uang rupiah didatangkan dari luar negeri. Dan untuk tahun 2013 ini belum ada informasi pembuatan atau pengeluaran uang rupiah baru," jelasnya.

Bank Indonesia belum mempunyai cabang di wilayah Bangka Belitung. Dadan mengatakan, namun untuk memenuhi kebutuhan uang masyarakat di Bangka Belitung, Bank Indonesia sudah bekerja sama dengan Bank Mandiri yang ada di Bangka Belitung. Jadi, jika ada kelebihan atau kekurangan peredaran uang bisa diatasi Bank Mandiri.

"Bank Indonesia tidak bergabung dengan Bank Mandiri, namun hanya menitipkan nominal uang untuk dikelola oleh Bank Mandiri. Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya di Bangka Belitung," ujarnya.(sc)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Suci Lestari