4 Peran BI Dalam Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Pangkalan Baru – Wiwiek Sisto Widaya, Direktur Eksekutif Direktorat Kebijakan Ekonomi dan Monoter BI, mengemukakan ada empat peran startegis BI dalam pertumbuhan ekonomi daerah. Empat peran strategis itu terdiri dari peran koordinasi pengendalian inflasi, mendorong intermediasi perbankan, melakukan riset ekonomi regional dan baseline survey, dan melakukan peran advokasi kepada pemda dan pelaku usaha lainnya.

BI memeliki peran  yang strategis dalam menjaga pertumbuhan ekonomi daerah. Koordinasi pengendalian  inflasi dengan membentuk TPID untuk menciptakan stabilitas moneter, mendukung tersedianya barang dengah mudah dan murah merupakan langkah-langkah yang mampu mengendalikan terjadinya inflasi didaerah, ujarnya saat memberikan paparan dalam kegiatan Konreg PDRB-ISE Sumatera, Kamis (13/6), di Hotel Novotel, Pangkalan Baru.

BI melakukan koordinasi dengan semua pihak terkait untuk melakukan pengendalian inflasi didaerah dengan membentuk TIPD. TIPD ini dibentuk di sejumlah wilayah untuk mengatasi inflasi.

Lebih jauh lagi ia menjelaskan bahwa  TIPD ini akan melakukan identifikasi  tekanan inflasi didaerah baik dari sisi permintaan maupun penawaran sehingga dapat ditempuh langkah untuk meminimalkan gejolak harga. Menjaga stabilitas harga didaerah dengan melakukan pengamanan kecukupan pasokan barang-barang kebutuhan pokok merupakan upaya mengendalikan inflasi didaerah.

Pertumbuhan ekonomi yang didukung inflasi yang rendah memberikan pengaruh terhadap kenaikan tingkat kesejahteraan rakyat. Kesejahteraan ekonomi masyarakat dapat dicapai melalui pengurangan kemiskinan, pemerataan pendapatan dan stabilitas sistem keuangan di Indonesia dengan menciptakan sistem keuangan yang dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Pemda dapat mengambil kebijakan untuk mengurangi angka kemiskinan, seperti memberikan bantuan sosial, BLT, serta program jamkesmas atau jamkesda untuk masyarakat didaerah”, Ujarnya  

BI berperan dalam mendorong intermediasi perbankan didaerah dengan mewajibkan perbankan untuk mengumumkan suku bungan dan medorong perbankan untuk lebih banyak berperan dalam penyaluran kredit serta mengalokasikan kredit kepada UMKM minimal 20% dari total kredit dan mendorong penjaminan kredit di daerah (Pemda).

“Didaerah, BI mengadakan bazar intermediasi yang mempertemukan perbankan dan pengusaha di daerah, melakukan workshop untuk meningkatkan pemahaman perbankan terhadap suatu sektor”, jelasnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Surianto
Fotografer: 
Surianto
Editor: 
Surianto