41.635 RTS-PM Target Beras Sejahtera

Pangkalpinang – Tahun ini sebanyak 41.635 Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTS-PM) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menerima rastra (beras sejahtera). Diperkirakan RTS-PM penerima rastra tahun depan sekitar 50.000 rumah tangga. Program ini untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah dalam memenuhi kebutuhan beras keluarga.

Demikian disampaikan Syaifuddin Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat konferensi pers di Media Center, Diskominfo provinsi, Selasa (4/10/2016). Lebih jauh ia mengatakan, program rastra telah dilaksanakann sejak tahun 2009. Namun tahun sebelumnya bernama raskin.

"Setiap RTS-PM mendapatkan 15 kg beras per bulan secara gratis. Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menanggung biaya subsidi beras ini sebesar Rp1600 per kilogram beras. Sementara biaya distribusi ditanggung Bulog, pemerintah kabupaten dan kota," tegas Syaifudin.

Tak hanya rasta, BPMPD juga memiliki program lain seperti peningkatan peran serta masyarakat dalam Bulan Bakti Gotong royong, bantuan program makanan tambahan anak sekolah dasar, pendampingan pengelolaan pasar desa, bantuan keuangan bagi badan usaha milik desa (BUMdes), penilaian dalam membangun desa, lomba teknologi tepat guna dan lomba TTG tingkat nasional.

Sesuai Undang-Undang No 6 tahun 2014 tentang Pemerintahan Desa, Syaifuddin mengatakan, setiap desa diharuskan membentuk BUMDes. Badan usaha milik desa berfungsi mengelola potensi desa, selain itu BUMDes juga bisa mengelola usaha di desa seperti pembayaran listrik desa. Saat ini terdata sebanyak 309 desa di Bangka Belitung.

“Setidaknya sudah terdapat 81 BUMDes. Kehadiran BUMDes untuk memperkuat perekonomian desa. Syarat pembentukannya cukup mudah di antaranya, harus ada SDA, SDM serta kesepakatan antara perangkat desa dengan BPD untuk membentuk BUMDes. Selain BUMDes, sudah ada 33 desa memiliki pasar,” paparnya.

Lokasi pasar tersebar di sejumlah desa. Lebih jauh Syaifuddin menjelaskan, di Kabupaten Bangka Selatan terdapat delapan pasar dan Kabupaten Bangka Barat ada enam pasar. Sedangkan di Kabupaten Belitung dan Kabupaten Bangka terdapat masing-masing empat pasar desa. Jumlah pasar terbanyak ada di Kabupaten Bangka Tengah yaitu sebelas pasar.

Ketika membahas mengenai anggaran desa, Ia menuturkan, dana desa tahap pertama telah dicairkan dari rekening kas umum daerah ke kas umum desa. Untuk pencairan tahap pertama sebesar 60 persen dari dana desa. Sedangkan pencairan selanjutnya sebesar 40 persen dan seharusnya sudah bisa dicairkan pada Agustus lalu.

“Syarat percairan dana tersebut, pihak desa wajib menyampaikan laporan keuangan atas pengelolaan dana desa tahap sebelumnya. Mudah-mudahan dana desa ini bisa segera dicairkan untuk desa yang telah melaporkan penggunaanya,” tegasnya.

BPMPD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga memiliki program makanan tambahan bagi anak sekolah dasar. Menurut Syaifuddin, program ini bertujuan meningkatkan asupan gizi bagi anak-anak sekolah agar tidak mengalami gizi buruk dan cacingan. Pemberian makan tambahan dilakukan kepada sekolah dasar yang terletak di pinggiran kota.

"Anggaran untuk setiap porsi makanan sebesar Rp6000. Mengenai makanan yang disediakan tergantung pihak sekolah dan ibu PKK, sebab mereka yang menentukan menu makanan. Di tahun depan, mudah-mudahan program ini bisa menyentuh anak-anak taman kanak-kanak," harapnya.

Burhanudin Kabid Sosial Budaya Masyarakat dan Usaha Ekonomi Desa dan Kelurahan BPMPD provinsi menambahkan, menu makanan beragam. Hal ini mempertimbangkan asupan gizi anak-anak agar tetap sehat dalam mengikuti pendidikan. Terkait menu dan waktu pemberian makanan tambahan, diserahkan kepada pihak sekolah, komite dan ibu PKK.

"Tahun 2016 terdapat 2613 siswa dari kelas 1 sampai dengan kelas 6 SD mendapatkan bantuan asupan gizi tersebut. Program ini dilakukan sebanyak 90 kali setahun. Mereka berasal dari 24 sekolah di Bangka Belitung. Sekolah yang dibantu ini dipilih pihak pemerintah kabupaten setempat," jelas Burhanudin.

Sumber: 
Diskominfo Babel
Penulis: 
Surianto
Fotografer: 
Adi Tri Saputra
Editor: 
Huzari | Adi Tri Saputra