70 persen Penyakit Baru Berasal dari Hewan

Pangkalpinang - Saat ini  70 persen dari jenis penyakit baru yang muncul dan menyerang kita berasal dari hewan atau zoonosis. Zoonosis adalah penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia atau sebaliknya. Demikian diungkapkan Toni H. A batu Bara Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Perternakan Provinsi Kep. Babel ketika membaca sambutan Gubernur pada pembukaan rakor zoonosis Prov Kep.Babel di Hotel Grand Mutiara Pangkalpinang, Kamis (03/12/2015).
 
"Pada saat ini 70 persen dari jenis penyakit baru yang muncul dan menyerang kita berasal dari hewan atau zoonisis. Penyakit ini dari waktu ke waktu semakin meningkat, menjadi semakin berbahaya dan mengancam kita," ujar Toni.
 
Hampir 90 persen untuk konsumsi daging sapi di Babel harus didatangkan dari luar baik dalam bentuk sapi hidup maupun dalam bentuk daging. Hal ini sangat berpotensi masuknya penyakit bersama hewan maupun bahan asal hewan tersebut. Sehingga dibutuhkan kesadaran serta kerja sama dari lintas sektor terkait guna mengawasi serta mengontrol lalu lintas hewan atau produknya.
 
Lebih jauh Toni mengatakan dengan adanya kegiatan rakor zoonosis kita dapat mengupayakan pencegahan dan penanggulangan zoonosis dan kita dapat berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat Babel.
 
Dikesempatan yang sama, Judnaydy Ketua Pelaksana mengatakan bahwa menurut Undang-undang nomor 14 Tahun 2014, zoonosis merupakan penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia atau sebaliknya yang kemudian dikenal juga anthropozoonosis.
 
Menurut Judnaydy, rakor ini bertujuan untuk semakin meningkatkan kebersamaan antar seluruh stake holder serta menghasilkan kesepakatan langkah-langkah strategik dalam upaya pencegahan dan penanggulangan zoonosis di Babel.
 
Selain itu, rakor ini juga untuk memperkuat koordinasi kerjasama dan komitmen untuk melindungi masyarakat Babel. "Melalui rakor ini kita dapat berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat Babel. Dan tentunya sasaran kita untuk bisa mengendalikan dan menanggulangi penyakit zoonosis di seluruh wilayah Provinsi Kep Babel," tambah Judnaydy.
Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Karina
Fotografer: 
M Chandra