AIESEC Kembali Pilih Bangka Belitung

Pangkalpinang – AIESEC adalah salah satu organisasi terbesar di dunia yang beranggotakan generasi muda dari berbagai negara di dunia dengan fokus pada pengembangan kepemimpinan dan menjadi ambassador di luar negeri untuk proyek sosial. Tahun ini, AIESEC Indonesia kembali memilih Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Bangka Belitung) sebagai daerah untuk menjalankan proyek sosialnya.

Kepala Bidang Destinasi Pariwisata, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bangka Belitung, Rusni Budiati mengatakan bahwa dirinya sangat senang dapat saling berbagi informasi dengan para peserta.

“Dalam kesempatan ini saya hanya menyampaikan informasi dasar kepariwisataan Bangka Belitung. Sebagai pembicara, saya senang sekali dapat bertukar pikiran dan pengetahuan dengan teman-teman AIESEC yang tujuan proyek sosialnya untuk memberikan dampak positif bagi pariwisata Bangka Belitung,” kata Rusni, usai acara Incoming Preparation Seminar, di Ruang Tanjung Kerasak, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Bangka Belitung, Sabtu (16/1/2019).

Elsa mewakili AIESEC Indonesia mengatakan bahwa acara yang dilaksanakan dalam rangka pertukaran pelajar ini melibatkan 20 orang mahasiswa asing dari 17 negara yang berbeda.

“Hari ini kita mengadakan Incoming Preparation Seminar, yakni semacam orientasi sebelum proyeknya dimulai dan memberikan pembekalan tentang apa saja yang perlu mereka ketahui sebelum menjalankan proyek sosialnya. Ada 20 peserta dari 17 negara yang nantinya akan menjalankan proyek sosialnya di lokasi yang telah ditentukan,” kata Elsa.

Elsa menjelaskan bahwa proyek sosial tersebut bertujuan untuk meningkatkan potensi pariwisata Bangka Belitung.

“Proyek ini dinamakan Wonderful Bangka Belitung Project 2.0 yang bertujuan meningkatkan potensi pariwisata di Bangka Belitung, khususnya di Sungailiat dan Toboali sebagai lokasi pelaksanaan proyek sosial terkait kepariwisataan,” jelasnya.

Kembali Elsa menerangkan bahwa pelaksanaan proyek sosial memiliki sistem pembagian tugas yang telah ditetapkan.

“Dalam sistem kita ini ada pembagian JD atau Job Description dari masing-masing posisi, antara lain ada ketua dalam satu proyek, inovasi produk, pengembangan pariwisata, dan digital marketing,” terangnya.

Jed Tong (23) asal Malaysia mengatakan bahwa keinginannya untuk belajar hal yang lebih luas lagi membuatnya tertarik untuk bergabung dalam proyek ini.

“Ini merupakan pengalaman pertama saya dalam dunia kerja professional. Saya sangat tertarik dengan proyek ini karena saya ingin agar Bangka Belitung dalam perkembangan kepariwisataannya dapat mencegah hal-hal yang negatif yang pernah saya lihat di negara lain sebelumnya,” kata Jade yang juga aktif sebagai Ketua AIESEC New Zealand.

Pria yang kerap melakukan perjalanan udara Malaysia – New Zealand ini juga mengatakan bahwa dirinya mendapatkan kesan yang sangat kontras antara Jakarta dan Pangkalpinang.

“Saya datang ke Pangkalpinang tanggal 23 Januari lalu dan saya menginap di Jakarta semalam. Jakarta sangat sibuk dan ramai, ya karena Jakarta adalah ibukota. Begitu saya melihat Pangkalpinang dari pesawat, sangat cantik dengan pemandangan pulaunya, tapi begitu semakin mendekat saya mendapati bekas-bekas tambang yang juga tidak indah,” katanya lagi.

Para mahasiswa ini akan mulai melakukan perjalanan proyeknya, usai bertemu dengan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung yang direncanakan pada Selasa (29/1) mendatang. Proyek dibagi di 2 tempat, yakni Sungailiat dan Toboali. Diperkirakan proyek social AIESEC ini akan selesai pada awal Maret mendatang.

 

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Ernawati Arif
Fotografer: 
Rafiq Elzan