Ajari VIII Telusuri Kota Sejarah Muntok

Pangkalpinang - Sebanyak 150 mahasiswa se Indonesia yang tergabung dalam rombongan Arung Sejarah Bahari VIII (Ajari) mengunjungi Kota Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Selasa (22/10/2013). Keunikan kota ini menjadi daya tarik, pasalnya selain menyimpan potensi wisata sejarah, juga merupakan tempat peleburan bijih timah terbesar pertama di Bangka Belitung.

Sekitar pukul 10.00 WIB, rombongan Ajari merapat di Unit Metalurgi Muntok milik PT Timah Tbk. Petinggi di unit Metalurgi tersebut memberi pengetahuan kepada mahasiswa mengenai sistem pengolahan bahan tambang timah.

Ebbi Wibisana Kepala Unit Metalurgi PT Timah Muntok menjelaskan, PT Timah tidak hanya melakukan peleburan timah. Sebab dalam operasinya, PT Timah juga melakukan eksplorasi terlebih dahulu. Setelah itu, baru melakukan eksploitasi, peleburan hingga penjualan balok timah ke beberapa negara tujuan.

"Usai melebur bijih timah, kemudian dijadikan balok timah yang siap dijual. Penjualan balok timah itulah yang menghasilkan uang bagi negara," jelasnya ketika menyambut rombongan Ajari VIII di Gedung Metallurgy, Learning Center, Selasa (22/10/2013).

Tak hanya mendapat penjelasan secara teori, sebab rombongan ini juga mendapat kesempatan melihat secara langsung proses peleburan bijih timah menjadi balok-balok timah yang siap diekspor ke manca negara. Selain itu, mahasiswa juga diberikan kesempatan bertanya untuk memperdalam pengetahuan seputar hasil tambang andalan Bangka Belitung tersebut.

Usai melakukan kunjungan ke Unit Metalurgi, rombongan kembali melanjutkan perjalanan ke pelabuhan lama Muntok. Di sini rombongan disambut Hermanto Kelapa Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan Muntok. Saat melakukan audien, mahasiswa mendapat penjelasan mengenai beberapa bangunan bersejarah di sekitar pelabuhan.

Walau Kabupaten Bangka Barat sudah mempunyai pelabuhan baru di dekat Tanjung Kalian, namun ada ketertarikan mahasiswa untuk mengetahui sejarah pelabuhan lama. Dikatakan Hermanto, pelabuhan ini sudah digunakan sejak zaman kesultanan dan zaman penjajahan Belanda. Di sekitar pelabuhan terdapat rumah mayor, dan bangunan tersebut merupakan bangunan Belanda.

"Rumah itu merupakan bangunan lama yang dulunya digunakan bangsawan. Mengenai pelabuhan lama, walaupun telah dilakukan beberapa kali renovasi, namun masih ada sisa-sisa bangunan Belanda di pelabuhan ini," ujarnya.

Setelah berada sekitar satu jam berada di pelabuhan lama Muntok, kemudian sekitar pukul 14.40 WIB, peserta melanjutkan perjalanan ke tempat pengasingan Soekarno, Presiden Pertama RI di puncak Bukit Menumbing. Hanya sekitar 15 menit perjalanan menggunakan kendaraan, rombongan sudah berada di kaki bukit tersebut.

Sebagaimana diketahui, banyak peristiwa bersejarah tersimpan di pesanggrahan atas bukit. Di tempat ini pengunjung dapat melihat jejak-jejak yang ditinggalkan Soekarno dalam bentuk rekam cetak media massa. Tak hanya itu, pengunjung juga dapat melihat langsung mobil sedan tua yang digunakan Soekarno selama berada di pengasingan.

Sebelumnya M Yusri Liputo, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkembangkan jiwa dan semangat kebaharian, khususnya di kalangan generasi muda. Selain itu untuk mendorong terbentuknya forum silaturami antargenerasi muda maritim yang bersifat nasional.

Lebih jauh ia mengatakan, dengan kegiatan ini diharapkan meningkatkan pemahaman generasi muda tentang peradapan maritim dan potensi kelautan dalam peningkatan sumber daya ekonomi. Selain itu ingin menggali integratif yang berasal dari peradapan bahari di Kepulauan Bangka Belitung.

"Mahasiswa yang tergabung dalam Ajari VIII merupakan mahasiswa terpilih. Perjalanan rombongan berlangsung selama lima hari, mulai tanggal 21 hingga 25 Oktober nanti. Kegiatan ini akan berakhir di Belitung," tegasnya.(hzr/rf/an)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Huzari | Surianto
Fotografer: 
Rizky
Editor: 
Huzari