Akhirnya Angka Inflasi Dapat Ditekan

Pangkalpinang – Akhirnya angka inflasi di Pangkalpinang dapat ditekan. Pasalnya Oktober ini mengalami deflasi sebesar 0,34 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 130,12. Sedangkan bulan sebelumnya mengalami inflasi sebesar 0,64 persen dengan IHK 130,56. Deflasi tersebut dikarenakan adanya penurunan harga pada empat kelompok pengeluaran.

Darwis Sitorus Kepala BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan harga di antaranya, bahan makanan sebesar 1,72 persen, kelompok makan jadi minuman rokok tembakau 0,07 persen, kelompok sandang 0,10 persen serta kelompok transportasi komunikasi turun sebesar 2,56 persen. Sedangkan untuk kelompok perumahan mengalami inflasi 2,06 persen.

“Kelompok kesehatan 0,96 persen dan kelompok pendidikan rekreasi dan olahraga sebesar 0,02 persen. Komponen harga yang diatur pemerintah memberikan sumbangan deflasi sebesar 0,26 persen dan komponen bergejolak sebesar 0,51 persen. Komponen inti memberikan inflasi sebesar 0,45 persen,” kata Darwis saat konferensi pers, di kantor BPS Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (1/11/2016).

Hal berbeda dialami Tanjungpandan. Menurut Darwis, Tanjungpandan  mengalami inflasi sebesar 0,31 persen dengan IHK sebesar 132,11. Inflasi ini terjadi akibat kenaikan enam kelompok pengeluaran yakni, kelompok bahan makanan sebesar 0,76 persen, kelompok makanan jadi minuman rokok tembakau sebesar 0,07 dan kelompok transportasi jasa keuangan sebesar 0,70.

Untuk kelompok perumahan, air dan listrik, kata Darwis, memberi andil sebesar 0,03 persen. Sementara kelompok sandang dan kelompok pendidikan sama-sama memberikan andil sebesar 0,01.  Dua komponen memberikan andil bagi inflasi, komponen inti memberikan andil sebesar 0,21 persen dan sebesar 0,13 persen pada komponen harga yang diatur pemerintah.

Komponen bergejolak justru memberikan deflasi sebesar 0,01 persen. Berdasarkan pantauan harga selama Oktober 2016 pada 82 kota di Indonesia, menunjukan 34 kota mengalami deflasi dan 48 kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Sibolga sebesar 1,32 persen dengan IHK 130,83. Sedangkan Kota Sorong menjadi kota yang mengalami deflasi tertinggi dengan angka sebesar 1,10 persen dengan IHK 125,95.

"Sementara pada Oktober ini Provinsi Kepulauan Bangka Belitung  mengalami deflasi sebesar 0,11 persen dengan IHK 130,82," ucap Darwis.

Sumber: 
Diskominfo Babel
Penulis: 
Surianto
Fotografer: 
Adi Tri Saputra
Editor: 
Huzari | Adi Tri Saputra