Akreditasi Permasalahan Utama UBB Saat Ini

 

Pangkalpinang - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman mengatakan Universitas Bangka Belitung (UBB) kedepan harus menjadi universitas bertaraf internasional dan bisa meningkatkan kemampuan sumber daya manusia Bangka Belitung di berbagai bidang. Salah satu permasalahan yang sedang dihadapi UBB saat ini adalah akreditasi. Menurut Erzaldi, saat ini UBB masih terakreditasi C. Ia berharap Rektor berserta dosen UBB dapat bertindak cepat untuk mengatasi permasalahan ini.

" Masalah UBB sekarang adalah akreditasi yang masih C. Saya berharap ini dapat ditingkatkan segera menjadi B. Untuk itu Rektor dan Dosen harus bertindak cepat, " tegasnya saat Rapat Pembahasan Kerjasama Pengembangan Fakultas Kedokteran UBB di Swissbell Hotel, Pangkalpinang, Senin (18/2/2018).

Ia menambahkan, dalam upaya meningkatkan akreditasi, segala sesuatu kendala yang berkaitan agar Rektor UBB dapat berkerja sama dengan pemerintah. Saat ini, UBB berencana akan membuka jurusan fakultas kedokteran dan pariwisata. Fakultas tersebut direncanakan akan dibangun di Belitung dengan bantuan tanah pemerintah seluar 30 ha. Untuk itu, Erzaldi berharap semua pihak terkait dapat maksimal dalam perencanaan tersebut.

" Pihak UBB harus maksimal. Jangan nantinya pemerintah sudah jalan, tetapi pihak UBB masih diam. Jadi kita harus sama-sama bekerja, " ujar Erzaldi.

Dalam upaya membangun fakultas kedokteran, Erzaldi meminta kepada Rektor dan para dosen untuk mengutamakan peningkatan akreditasi. Lebih jauh Ia mengatakan ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membuka prodi fakultas kedokteran, antara lain adanya rekomendasi dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah, rekomendasi dari opsi kedokteran Indonesia, rekomendasi dari rumah sakit pendidikan Indonesia, rekomendasi dekan fakultas kedokteran Indonesia.

Saat ini menurut Erzaldi, Bangka Belitung telah melakukan kerjasama dengan dua rumah sakit pendidik Indonesia yaitu RSCM  Jakarta dan RS Unsri Palembang. Bangka Belitung juga sudah memiliki cukup tenaga pendidik dokter dengan minimal jumlah tenaga pendidik dokter sebanyak 26 orang.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Suci
Fotografer: 
Suci
Editor: 
Fitra