Aktivitas Bongkar Muat Masih Ramai

Pangkalpinang – Jumlah barang angkutan laut yang dimuat saat Februari lalu ada sekitar 420,3 ribu ton. Jumlah ini naik 0,3 persen jika dibandingkan Januari yang hanya 418,8 ribu ton. Pelabuhan Muntok/Tanjung Kalian mengalami peningkatan terbesar yakni sekitar sembilan persen dari 2,4 ribu ton menjadi 2,6 ribu ton.

Demikian disampaikan Teguh Pramono Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat jumpa pers, di Kantor BPS, Jalan Pulau Bangka, Komplek Perkantoran Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (1/4/2013).

Terjadi peningkatan aktivitas muat barang di Pelabuhan Muntok/Tanjung Kalian tersebut, jelas Teguh, disebabkan adanya muatan batubara. Selanjutnya diikuti Pelabuhan Manggar yang mengalami peningkatan sebesar 6,9 persen atau menembus angka 328,7 ribu ton. Kenaikan jumlah barang angkutan laut tersebut lebih disebabkan adanya penambahan muatan crude palm oil, pasir kwarsa, pasir besi dan tanah liat.

“Sedangkan pelabuhan lainnya seperti di Toboali dan Sungaiselan hanya mengalami peningkatan sebesar 1,1 persen, atau mencapai 0,6 ribu ton. Itu disebabkan adanya angkutan pasir kwarsa,” jelasnya.

Di lain sisi, aktivitas muat barang di Pelabuhan Belinyu mengalami penurunan. Dikatakan Teguh, penurunan aktivitas bongkar muat terbesar di Pelabuhan Belinyu yang mencapai angka 63,6 persen. Semula ada sekitar 18 ribu ton, lalu turun menjadi 6,6 ribu ton. Kondisi ini disebabkan terjadi penurunan muatan crude palm oil  dan tin slag. Selanjutnya diikuti Pelabuhan Tanjung Pandan yang mengalami penurunan aktivitas muat barang sebesar 11,5  persen dari 23 ribu ton menjadi 20,4 ribu ton.

“Kalau itu dikarenakan adanya penurunan muatan ekspor kaolin, minyak sawit, timah, dan ikan beku. Sementara untuk Pelabuhan Pangkalbalam mengalami penurunan jumlah muatan barang sebesar 8,9 persen atau menjadi 6,6 ribu ton dari 18 ribu ton. Ini lebih disebabkan adanya penurunan muatan crude palm oil dan minyak sawit,” ungkapnya.

Mengenai jumlah keseluruhan barang yang dimuat pada Februari 2013 lalu, kata Teguh, yang memiliki peranan terbesar adalah Pelabuhan Manggar dengan 78,21 persen. Angka ini diikuti oleh Pelabuhan Pangkalbalam dengan jumlah barang yang dimuat sebesar 14,61 persen dan Pelabuhan Tanjung Pandan dengan berperan 4,85 persen terhadap total barang yang dimuat.

Adapun jumlah bongkar barang yang dilakukan di Pelabuhan pada Februari 2013 sebesar 172,1 ribu ton, atau turun 3,4 persen dibandingkan Januari 2013 yaitu 178,1 ribu ton. Ia menambahkan, penurunan aktivitas bongkar terbesar terjadi di Pelabuhan Manggar yaitu sebesar 15,7 persen. Ini disebabkan adanya penurunan bongkar barang pokok dan atau general cargo.

Selanjunya diikuti Pelabuhan Tanjung Pandan sebesar 8,2 persen dari 62,4 ribu ton menjadi 57,3 ribu ton. Kondisi yang terjadi di Pelabuhan Tanjung Pandan ini, dikeranakan turunnya jumlah barang yang dibongkar seperti pupuk dan BBM.  Seperti halnya dengan Pelabuhan Belinyu sebesar 7,9 persen dari 3,5 ribu ton menjadi 3,2 ribu ton.

“Untuk Pelabuhan Pangkalbalam, aktivitas bongkar turun sebesar 3,6 persen, atau menjadi sebesar 86 ribu ton. Ini disebabkan adanya penurunan jumlah beras dan pupuk. Sedangkan Pelabuhan Muntok/Tanjung Kalian dan lainnya seperti pelabuhan yang ada di Sungai Selan dan Toboali, mengalami peningkatan jumlah barang yang dibongkar  masing-masing sebesar 77,8 dan 0,6 persen,” kata Teguh.(hzr/an)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Surianto