Antisipasi Pandemi Influenza, Dokumen Renkon Segera Disusun

PANGKALPINANG – Guna mengantisipasi terjadi pandemi influenza, salah satu upaya yang dilakukan adalah menyusun dokumen rencana kontijensi atau rekon untuk menanggulangi munculnya episenter pandemi influenza. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Mulyono Susanto. (14/10/2019).

“Upaya ini merupakan langkah Kementerian Kesehatan bersama Kementerian Lembaga lainnya dan organisasi internasional terkait untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesipasiagaan untuk mengantisipasi munculnya pandemi influenza. Kepulauan Bangka Belitung menjadi salah satu provinsi prioritas pelaksanaan kegiatan ini,” ungkapnya.

Pelaksanaan renkon ini, lanjut Mulyono, nantinya akan diuji melalui suatu table top exercise untuk disempurnakan. “Selanjutnya, pelaksanaan hasil pengujian akan diperdalam lagi lebih mendetail di kegiatan simulasi lapangan,” ujarnya.

Pada tahun 2017, tambahnya, Indonesia memperbarui pedoman manajemen risiko pandemi influenza nasional dan rencana kontijensi pandemik influenza nasional. “Pedoman ini mengadaptasi pedoman manajemen risiko pandemi influenza WHO ke dalam konteks Indonesia dengan menghubungkannya dengan kerangka bencana nasional dan mengujinya melalui latihan simulasi,” imbuhnya.

“Pandemi influenza skala penuh yang berfokus pada penahanan episenter dengan keterlibatan multisektoral dengan pendekatan masyarakat yang melibatkan tingkat nasional, provinsi, kabupaten, dan masyarakat di semua sektor terkait, termasuk sektor keamanan dan militer,” jelasnya.

Sementara Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Evalusi menjelaskan bahwa pada tahun 2005, beberapa negara di Asia, termasuk Indonesia mengalami peningkatan kasus flu burung pada unggas dan manusia yang disebabkan oleh virus influenza H5N1. “Peningkatan kasus flu burung ini merupakan kejadian luar biasa, baik pada manusia maupun unggas dengan angka kematian yang tinggi,” jelasnya.

Ketika itu, lanjutnya, bersirkulasinya virus influenza H5N1 dikhawatirkan dapat berisiko terjadinya reassortment virus influenza yang berakibat pada munculnya virus influenza strain baru yang dapat memicu terjadinya pandemi influenza. “Keadaan ini mendorong negara di Asia untuk meningkatkan kewaspadaan dalam mengantisipasi timbulnya pandemi influenza yang mengakibatkan public health emergency of international concern,” tambahnya.

“Pada awal tahun 2019, pemerintah melakukan pengembangan lanjutan untuk meningkatkan rencana kontijensi nasional dari fokus episenter ke mitigasi dan respons fase pandemi influenza,” jelasnya.
“Oleh karena itu, perlu dilakukan koordinasi dan komunikasi dengan jajaran lintas sektor terkait untuk menyusun renkon pandemi influenza baru yang lebih lengkap dan komprehensif,” pungkasnya.

Sumber: 
Dinkes Babel
Penulis: 
Adinda Chandralela
Fotografer: 
Debby Mahariska