Babel Creathorium Siap Jadi Mitra Pemerintah Bagi UMKM Babel

BANDUNG - Membekali Babel Creathorium agar menjadi duplikasi The Local Enablers (TLE) Bandung, Founder Babel Creathorium, Melati Erzaldi agar komunitas ini memberi dampak besar terhadap pelaku UMKM hingga melahirkan pelaku UMKM baru di Bangka Belitung. 

Melihat semangat jiwa-jiwa muda dalam berkreativitas, Ibu Melati Erzaldi mengirimkan 15 orang anggota Babel Creathorium untuk mengikuti proses pembelajaran di TLE di Jatinangor, Bandung sejak 29 November hingga 5 Desember 2020. 

"Proses ini merupakan inkubasi antara TLE dengan Babel Creathorium, ilmu yang TLE punya dishare dengan harapan Babel Creathorium menjadi mitra pemerintah membangun dan membesarkan UMKM di Babel," ungkapnya.

Pada awalnya, Babel Creathorium yang dideklarasikan pada 28 Oktober 2020 lalu merupakan bentuk nyata dari kegiatan 'Selasa Berdaya' dan 'Kamis Sinergis'. 

Babel Creathorium akan memberikan manfaat dalam penguatan eksternal, dengan projek pertama yaitu observasi dan pendampingan kawan-kawan dari Karang Taruna Desa Kerakas sebagai hilirisasinya.

"Selama sebulan, kami masih disupport Ibu Melati seperti akses dan sebagainya. Kami ingin belajar, kami ingin mandiri," ungkap Ketua Babel Creathorium, Ririh Agung yang akrab dipanggil Toel.

Toel menjelaskan, Kamis Sinergis, lebih pada penguatan internal untuk memacu motivasi, membuat satu frekuensi antar semua anggota agar menjadi satu visi misi. 

"Menurut saya, Babel Creathorium dibanding TLE, kita masih seperti Embrio, masih harus terus belajar", tambah Toel. 

Founder Babel Creathorium Melati Erzaldi terus menyiapkan Babel Creathorium menjadi fasilitator dan pendamping UMKM tanpa bergantung pada pemerintah dan mempunyai dampak yang besar bagi pelaku UMKM. 

"Kita akan bekerja sama, berkolaborasi bersama agar pelaku UMKM tetap semangat dengan terus upgrade ilmu baik UMKM-nya maupun fasilitatornya," ujarnya.

Dalam pembalajaran selama di Home Base TLE, Babel Creathorium mengikuti lima tahap materi tentang design thinking

Hari pertama, tahap observasi atau tahap pengenalan lingkungan. Hari kedua hingga hari ke empat, mereka mengikuti 'tap in unit' pada masing-masing divisi di TLE. Merekam cara kerja TLE yang bukan hanya kerja sosial tetapi enterprise nya dengan focus basic yaitu people, planet, profit (3P). 

"Kita harus bisa making money, dengan begitu artinya berhasil memberdayakan pelakunya tapi tetap bisa merawat bumi untuk suspend usahanya," jelas perwakilan The Local Enablers, Dhia Nadhilah Savetri

Hari kelima, mereka diajak fieldtrip ke Bandung Best Entury sebagai saah satu mitra binaan TLE dan Orchid Forest untuk menangkap peluang alam yang dapat diolah agar bisa direplikasi di Babel dan hari kelima ditutup dengan plunclut. 

Hari keenam atau hari terakhir sebelum pulang,  TLE melihat respon to action, apa saja yang didapat setelah beberapa tahap dilalui selama di home base TLE. 

"Replikasi TLE sudah pernah dilakukan daerah lain, tetapi Babel Creathorium adalah yang paling total. Ibu Melati dan Kang Dwi (founder TLE) ingin mengelola semangat anggotanya ini agar bermanfaat di Babel," pungkasnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Nona Dp
Fotografer: 
Iyas Zi
Editor: 
Listya