Babel Membangun Perekonomian Terintegrasi

Pangkalpinang – Syahrudin Sekda Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menilai perlu dilakukan percepatan pertumbuhan ekonomi. Upaya yang telah dilakukan yakni, masuknya wilayah Bangka Belitung dalam program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Tujuannya untuk membangun perekonomian yang terintegrasi.

“Posisi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sangat strategis, berada di antara pulau-pulau besar seperti sumatera bagian barat, bagian selatan. Di bagian tenggara dekat dengan Pulau Jawa, dan di bagian timur Pulau Kalimantan,” jelas Syahrudin saat menyambut rombongan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Studi Wilayah Pertahanan, di ruang pertemuan Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (5/5/2015).

Rombongan tersebut merupakan peserta Pasisdinkat IV Pendidikan Reguler (Dikreg) L III Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) tahun 2015. Kedatangan rombongan diharapkan dapat memberikan masukan untuk kemajuan pembangunan di daerah kepulauan.

Hasil kajian dapat memberikan rekomendasi kepada pemerintah pusat, bagaimana memberikan perlakuan khusus terhadap provinsi kepulauan. Syahrudin mengatakan, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 pasal 28 sampai 30, dengan pemberlakuan khusus terhadap provinsi kepulauan merupakan angin segar. Mengingat 80 persen luas wilayah Bangka Belitung merupakan perairan.

“Dari luas wilayah Bangka Belitung, hanya 20 persen saja daratan. Ada 750 pulau, namun separuh dari pulau belum diberi nama. Biro pemerintahan diharapkan dapat mendorong memberikan nama pulau-pulau tersebut,” harap Syahrudin.

Kolonel (Arm) Harjito Perwira Pembimbing Seskoad Angkatan 53 mengungkapkan, wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjadi objek pelaksanaan KKL. Tujuannya untuk mengevaluasi dan menganalisa pembinaan di wilayah teritorial Bangka Belitung. Kegiatan ini juga dilaksanakan di 12 kota, 18 provinsi dan 20 Komando Resort Militer (Korem).

Hasil penelitian, jelasnya, menjadi kajian yang diseminarkan pada bulan Agustus dengan tema Metode Komunikasi Sosial diadakan dengan Antropologi dan Sosiologi. Selain itu akan melakukan penelitian tentang program ketahanan pangan dan terorisme. Untuk melaksanakan kegiatan tersebut, terlebih dahulu berkoordinasi dengan aparat teritorial dan pemerintah daerah.

“Kami akan berkoordinasi dengan aparat teritorial dan pemerintah daerah dalam pelaksanaan program-program tersebut,” tegasnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Fajrina
Fotografer: 
Suci Lestari
Editor: 
Huzari