Babel Miliki Tiga Potensi Wisata

Pangkalpinang - Dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, pariwisata menjadi salah satu sektor unggulan yang telah ditetapkan oleh pemerintah berdasarkan pada potensi yang ada di Bangka Belitung.

"Babel memiliki tiga potensi wisata, yaitu Wisata Alam, Wisata Budaya dan Wisata Buatan. Berdasarkan pengamatan, dari ketiga potensi ini yang lebih dinikmati oleh para wisatawan yang datang ke Bangka Belitung adalah wisata alam," kata K.A Tajuddin, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Bangka Belitung saat konferensi pers di Media Center Gedung Serba Guna Provinsi Bangka Belitung Jumat (2/10/2015), 

"Di Babel wisata alam menjadi pilihan utama, tapi dalam skala nasional wisata budaya lebih dominan," ungkap Tajuddin.

Berdasarkan kuantifikasi, 60% wisatawan ke Indonesia karena faktor budaya, 30% faktor alam, sedangkan 10% faktor buatan. Saat ini Bali masih mejadi gerbang utama tujuan wisatawan datang ke Indonesia, karena Bali dinilai memiliki budaya yang beragam dan unik. 

Pada tahun 2012 lalu, menurut Tajuddin jumlah wisatawan ke Bali khususnya dari mancanegara mencapai 9 juta orang. Sedangkan Bangka Belitung masih dibawah 6.000 orang karena dinilai belum memiliki akses penerbangan langsung satu tujuan.

"Target wisatawan yang berkunjung ke Bangka Belitung sampai dengan tahun 2017 mendatang khususnya mancanegara sebanyak 10.000 orang, sedangkan domestik sebanyak 600 ribu orang, " jelas Tajuddin.

Tajuddin menjelaskan, indikator keberhasilan bidang pariwisata di Bangka Belitung adalah semakin meningkatnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke Bangka Belitung. Saat ini pariwisata di Bangka Belitung dinilai mengalami peningkatan dalam jumlah pengunjung dan fasilitasnya seperti hotel dan kuliner. Semakin banyak hotel yang dibangun sesuai kebutuhan, usaha kuliner pun semakin tahun semakin bertambah dan beragam.

"Seafood menjadi unggulan kuliner di Bangka Belitung, karena menurut para wisatawan seafood yang dihidangkan lebih fresh dan enak dibandingkan dengan kota lain," kata Tajuddin.

Namun, souvenir untuk cinderamata masih dinilai cukup mahal di Bangka Belitung. Kedepannya menurut Tajuddin, pemerintah khususnya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata bekerjasama dengan UMKM akan mendekati para pengrajin souvenir untuk memulai membuat souvenir yang harganya relatif terjangkau.

"Kita akan mengajak para pengrajin dan UMKM di Babel untuk memproduksi souvenir yang murah dan menarik," jelasnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Suci Lestari
Fotografer: 
Fajrina Andini