Babel Perjuangkan Dua Pelabuhan Internasional

Tanjung pandan – Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memperjuangkan Pelabuhan Pangkalbalam dan Tanjung Batu menjadi pelabuhan internasional. Selain itu, untuk Pelabuhan Tanjung Batu akan diusulkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Kebaradaan kedua pelabuhan tersebut diharapkan dapat mempercepat pertubuhan ekonomi.

Rustam Effendi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, Pelabuhan Tanjung Batu berdaya sandar sekitar 6000 deadweight tonnage (DWT) dengan zonasi kawasan industri. Kawasan ini pernah diusulkan menjadi KEK, dan setelah pelabuhan diresmikan hendaknya ada pengembangan lebih jauh terhadap pelabuhan ini.

“Jadikan Pelabuhan Tanjung Batu ini sebagai pelabuhan internasional. Kita berharap Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bisa memiliki dua pelabuhan internasional yakni, Pelabuhan Pangkal Balam di Pulau Bangka dan Pelabuhan Tanjung Batu di Belitung,” jelas Gubernur saat ditemui di rumah pribadinya, Belitung, Jumat malam (19/6/2015).

Syarat utama untuk menjadi pelabuhan internasional, jelasnya, mempunyai infrastruktur yang cukup memadai. Hasil kunjungan bersama Dirjen Perhubungan, Jumat sore, dinilai infrastruktur menuju Pelabuhan Tanjung Batu sudah cukup memadai, dan ini bisa menjadi pertimbangan Presiden.

"Saya rasa tidak ada masalah jika Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memiliki dua pelabuhan bertaraf internasional. Diharapkan bisa meningkatkan pertumbuhan perekonomian," kata Gubernur terkait rencana kedatangan Presiden RI pada Sabtu (20/6/2015).

Lebih jauh Gubernur menjelaskan, perairan laut Bangka Belitung merupakan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) 1. Sehingga sangat memungkinkan pelabuhan di Bangka Belitung dijadikan sebagai pelabuhan internasional dan menjadi bagian dari program tol laut.

"Pelayaran internasional melewati perairan kita, dan ini mempermudah kita dalam mengekspor ikan. Tidak perlu lagi melalui Pelabuhan Tanjung Priok, sehingga kualitas ikan pun lebih terjaga," ungkap Gubernur.

Sebagaimana diketahui, Joko Widodo Presiden RI direncanakan berkunjung ke Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Gubernur menekankan, keinginan Presiden untuk datang ke Bangka Belitung sudah lama sekali, dan baru terealisasi besok.

"Kenapa saya katakan demikian, karena saya pernah diundang ke Istana Bogor. Tanpa disangka, kemarin sore (18/06/2015) sekitar pukul 16.30 WIB, Presiden telepon saya, dan beliau akan berkunjung ke Bangka Belitung," tegas Gubernur.

Saat berkunjung ke Istana Bogor, kata Gubernur, ada berbagai hal sempat dibahas, terutama masalah energi dan infrastruktur bandara dan pelabuhan. Presiden  ke Belitung meresmikan Pelabuhan Tanjung Batu, meninjau kawasan wisata Pantai Tanjung Kelayang dan membagikan Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas Berat, Kartu Indonesia Pintar dan Kartu Keluarga Sejahtera.

"Pelabuhan Tanjung Batu sudah dua tahun selesai, ini berdasarkan kombinasi dana provinsi, pusat dan kabupaten," ungkapnya.

Rencananya rombongan Presiden didampingi Ignasius Jonan Menteri Perhubungan RI, Puan Maharani Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI serta Khofifah Indar Parawansa Menteri Sosial RI.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Chandra | Suci Lestari
Fotografer: 
Adi Tri Saputra
Editor: 
Huzari