Babel Tuan Rumah Konreg PDRB-ISE Wilayah Sumatera 2013

Pangkalan Baru – Kepala BPS RI, Dr. Suryamin mengatakan Pulau Sumatera memegang peranan yang sangat penting dan selalu memberikan kontribusi terbesar kedua setelah Pulau Jawa terhadap total PDB Indonesia, ini terbukti pada triwulan I 2013 kontribusinya mencapai 23,99 persen.

“Wilayah Sumatera pada triwulan I 2013, mengalami pertumbuhan ekonomi positif,  dengan laju pertumbuhan ekonomi tahunan antara 1,21 persen sampai dengan 8,36 persen dan secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi kelompok provinsi di pulau ini adalah sebesar 5,38 persen”, katanya saat memberikan kata sambutan untuk mengawali acara Konreg PDRB-ISE Sumatera 2013, di Hotel Novotel, Pangkalan Baru - Bangka Belitung, Kamis (13/6).

Dr. Suryamin juga memberikan apresiasi yang tinggi dan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas perhatian dan dukungan kepada Wakil Gubernur Prov. Kep. Bangka Belitung, Rustam Effendi. Kehadiran Wakil Gubernur menjadi penyemangat bagi seluruh peserta Konreg yang akan membicarakan dan mendiskusikan berbagai isu penting dan strategis terkait dengan pembangunan perekonomian Bangka Belitung secara khusus dan regional Sumatera secara umum.

Kegitan Konreg ini diselenggarakan oleh Bappeda & Statistik dan BPS Prov Kep. Bangka Belitung dari tanggal 12-14 Juni 2013 dengan tema “Memantapkan perekonomian nasional untuk peningkatan kesejahteraan rakyat yang berkeadilan” dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Kep. Bangka Belitung, Rustam Effendi. Acara yang dihadiri oleh Perwakilan Bappeda, BPS, dan BI se-Sumatera ini juga dihadiri, Staf Ahli Bidang Persaingan Usaha Kemenkom RI Supriyadi, Direktur Eksekutif Direktorat Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Wiwiek Sisto Widayat, Deputi NAS BPS RI Kecuk Suhariyanto, Direktur Neraca Pengeluaran BPS RI Sri Soelistyowati,  pakar dari ITB, akademisi UBB, dan sejumlah Kepala SKPD dilingkungan Pemerintah Provinsi Kep. Bangka Belitung.

Pertumbuhan ekonomi kawasan Sumatera memang positif dan cukup baik dalam menunjang pertumbuhan ekonomi nasional. Namun demikian, tetap menyisakan pertanyaan: apakah pertumbuhan ini sudah cukup berkualitas dan inklusif? Apakah pertumbuhan yang diraih saat ini sudah cukup menjawab tantangan yang muncul? Dan apakah pembangunan yang dilaksanakan sekarang sudah memanfaatkan berbagai peluang yang ada?

Menurut Suryamin, Konreg ini sangat tepat mengusung subtema: “Optimalisasi sinergi pembangunan sumatera diantara keunggulan kompetitif dan komparatif: peluang dan tantangan” yang sangat sesuai dengan Tema RKP 2014 yakni memantapkan perekonomian nasional. Dimana, pemantapan perekonomian nasional itu dapat dicapai melalui peningkatan daya saing dan ketahanan ekonomi serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Lebih jauh ia mengatakan bahawa berbicara tentang pembangunan, selain tentang pertumbuhan ekonomi, tidak lengkap rasanya tanpa menyinggung masalah penduduk, kemiskinan dan pengangguran. Pada hakikatnya pertumbuhan ekonomi harus diiringi dengan penurunan jumlah penduduk miskin, penurunan tingkat pengangguran, dan pemerataan kesejahteraan.

Pada bulan September 2012, Ia mengungkapkan bahwa persentase penduduk miskin di Pulau Sumatera berada di kisaran angka 5,37 persen sampai dengan 18,58 persen. Dan tingkat pengangguran terbuka (TPT) provinsi-provinsi yang ada di Sumatera pada tahun 2013 berada di bawah angka nasional, kecuali untuk Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Kepulauan Riau. Sedangkan pada Februari 2013, TPT provinsi-provinsi di Sumatera, berada diantara 2,12 persen sampai 8,38 persen. Aceh memiliki tingkat pengangguran sebesar 7,88 persen, cukup jauh di atas angka nasional. Sementara TPT di Provinsi Bangka Belitung adalah sebesar 3,30 persen atau menempati ranking kedua terendah jika dibandingkan provinsi-provinsi lainnya di Sumatera.

“Provinsi Bangka Belitung merupakan daerah dengan persentase penduduk miskin terkecil di dan rangking kedua TPT terendah di wilayah Sumatera, dan ini merupakan sebuah keberhasilan yang patut dihargai”, pujinya.

Indikator-indikator di atas, secara umum menunjukan perekonomian provinsi di Pulau Sumatera menunjukkan pergerakan ke arah yang lebih baik, khususnya untuk provinsi Bangka Belitung. Kemajuan ini ditandai dengan kemampuan mengendalikan jumlah penduduk miskin.

“Kerjasama semua pihak, baik Pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat luas yang harmonis dan sinergis untuk bahu-membahu dalam suasana dan iklim usaha yang kondusif akan mampu meningkatkan capaian ekonomi yang lebih baik lagi dimasa yang akan datang”, ujarnya. (*an)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Surianto
Fotografer: 
Surianto
Editor: 
Surianto