Bandiklat Tanam 350 Bibit Pohon

Pangkalpinang – Badan Pendidikan dan Latihan (Bandiklat) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melakukan penanaman 350 bibit pohon. Sebanyak 300 bibit bantuan PT Timah (Persero) TBK di antaranya, seratus bibit jambu biji, 60 jambu air, 40 rambutan, 70 mangga, 30 bibit durian. Sementara Balai Benih Pertanian, Perkebunan dan Peternakan provinsi memberi bantuan 50 bibit jambu citra madu.

Selain melakukan penanaman pohon, Bandiklat juga melakukan penebaran seribu ekor benih ikan bantuan dari Balai Benih Ikan (BBI) Kabupaten Bangka. Gerakan Penghijauan Kampus Inovasi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tersebut secara resmi dibuka Rustam Effendi Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, di Bandiklat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (6/9/2016).

“Saat ini aktivitas menghutankan kembali dan memperbanyak ruang terbuka hijau belum menjadi kebiasaan masyarakat,” kata Gubernur. Sebagaimana diketahuhi, penyelenggaraan Gerakan Penghijauan Kampus Inovasi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kali ini sekaligus memperingati HUT ke 71 RI dan Hari Perlindungan Lapisan Ozon se Dunia yang diperingati setiap tanggal 16 September.

Namun demikian, jelasnya, pemerintah daerah berperan melaksanakan program rehabilitasi hutan dan lahan. Kegiatan yang dilakukan di antaranya, penanaman satu miliar pohon, pembangunan hutan rakyat, hutan tanaman rakyat dan hutan kemasyarakatan dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat. Hal tersebut untuk mengantisipasi dampak negatif penebangan pohon.

Penebangan pohon dapat menimbulkan bencana banjir dan membuat udara panas. Ia menegaskan, harus ada tindakan menanam pohon. Kegiatan penanaman pohon ini banyak manfaat, antara lain membuat lingkungan menjadi bersih, mencegah bahaya tanah longsor, membuat udara menjadi segar. Sebab tanaman dapat menghasilkan oksigen yang bersih.

Paru-paru menjadi sehat karena selalu menghirup udara bersih. Gubernur mengatakan, ini bisa membuat masyarakat terhindar dari penyakit yang sebabkan polusi udara. Untuk itu jangan merusak tanaman, seperti menebang pohon secara illegal, membakar hutan sembarangan serta ladang berpindah. Sebab itu menyebabkan terjadi bencana kabut asap, tanah longsor dan banjir parah.

“Seperti bencana banjir yang kita alami beberapa waktu lalu. Pelihara lingkungan dan tingkatkan kesadaran untuk terus merawat pohon dengan baik. Menjaga keberadaan pohon dapat dilakukan sebagaimana menjaga dan merawat diri sendiri. Salah satu langkah yaitu dengan tidak merusak tanaman,” ajaknya.

Penyelenggaraan Gerakan Penghijauan Kampus Inovasi Bandiklat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bertujuan menciptakan lingkungan dan suasana asri serta memanfaatkan lahan kosong. Selain itu memberi contoh kepada masyarakat bahwa pemerintah provinsi telah melakukan aksi nyata dan tidak sekedar memberikan arahan semata.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat menanam dan memelihara tanaman sebagai bagian dari sikap atau budaya bangsa yang melekat pada kehidupan sehari-sehari. Hendra Kusumaja Kabandiklat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, terdapat beberapa instansi ikut terlibat dalam kegiatan ini.

“Terima kasih kepada PT Timah, BBI Kabupaten Bangka, Balai Benih Pertanian, Perkebunan dan Peternakan provinsi. Terima kasih juga atas kontribusi PT Bank Muamalat Indonesia Cabang Pangkalpinang, Kalbe Nutritional Pangkalpinang serta para tamu undangan dan panitia yang terlibat dalam acara ini,” ujarnya. 

Sumber: 
Diskominfo Babel
Penulis: 
Yovis
Fotografer: 
Putri Sri Nuriza
Editor: 
Huzari | Adi Tri Saputra