Bangka Belitung Kaya Wisata Bahari

Pangkalpinang – Tajuddin Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, objek wisata bahari banyak diminati wisatawan, baik wisatawan domestik maupun mancanegara. Wisata pantai sudah menjadi ikon wisata di Bangka Belitung.

Pernyataan ini disampaikan saat menjawab pertanyaan Mayor Heriyanto salah satu Anggota Forum Strategi II Perwira Siswa Pendidikan Reguler Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) Angkatan ke 53 di ruang pertemuan lantai III Kantor Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (4/5/2015).

“Bukan hanya itu, sebab Bangka Belitung juga memiliki panorama bawah laut indah. Berbagai jenis ikan dan terumbu karang masih terjaga dengan baik, beberapa titik ada wisata bawah laut dengan kapal kuno yang sudah lama tenggelam,” kata Tajuddin.

Sebelumnya Mayor Heriyanto bertanya mengenai peran dan persiapan pemerintah menghadapi pasca timah. "Saya sudah mengenal Bangka Belitung, karena terkenal sebagai salah satu penghasil timah terbesar,” jelasnya.

Lebih jauh ia mengatakan, sumber daya alam berupa timah tidak dapat diperbaharui dan suatu saat akan habis. Informasi berbagai media, saat ini terjadi banyak regulasi serta perubahan mata pencarian masyarakat. Sebelumnya menambang, kini masyarakat beralih menjadi petani dan nelayan.

“Langkah apa saja yang dilakukan pemerintah provinsi untuk meminimalisasi risiko tersebut?" tanya Heriyanto.

Menurut Tajuddin, sektor pariwisata menunjukkan peningkatan signifikan. Tahun 2007, wisatawan mancanegara masih di bawah 2000, dan sekarang sudah mencapai 4000 lebih. Ditargetkan hingga tahun 2019 mendatang, jumlah wisatawan mancanegara mencapai 10.000. Sedangkan jumlah wisatawan domestik di tahun 2007 masih diangka 200.000,  sekarang sudah mencapai 600.000.

Terjadinya peningkatan jumlah wisatawan tersebut, kata Tajuddin, merupakan bukti pilihan sektor pariwisata tepat dalam rangka mengantisipasi pasca timah. Bangka Belitung juga sedang mengembangkan wisata diving, sebab wisata ini banyak peminatnya.

“Wisata bawah laut kita memiliki keunikan tersendiri, karena banyak kapal kuno tenggelam. Ini menjadi daya tarik tersendiri bagi komunitas diving. Kita berharap potensi wilayah bahari dapat lebih dikembangkan lagi," ujar Tajuddin.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Imelda Ginting
Fotografer: 
Imelda Ginting
Editor: 
Huzari