Bappeda Gelar Rakor RAD SDGs, Ini Poin-Poin yang Dibahas

Pangkalpinang--Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyelenggarakan Rapat Koordinasi Implementasi Rencana Aksi Daerah Sustainable Development (RAD SDGs) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2019, di Hotel Bangka City, Kamis (25/07).

Sekretaris Bappeda Kep. Babel Joko Triadhi mengatakan, SDGs merupakan kelanjutan dari Millenium Development Goals (MDGs), dan disahkan pada 25 September 2015 bersama kurang lebih 193 Kepala Negara, di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Pada perubahan RPJMD Provinsi Babel Tahun 2017-2022, menurut Joko Triadhi, Pemprov melakukan pengarusutamaan terhadap tujuan dan target yang ada dalam SDGs ke dalam RPJMD. Namun menurutnya, ketersediaan data dan harmonisasi antara Perangkat Daerah di Provinsi dan Kabupaten/Kota menjadi kendalanya.

"Harapan kami, apa yang menjadi tujuan SDGs di tahun 2030 dapat tercapai, kata kuncinya harus terintegrasi dengan perencanaan yang kita lakukan selama ini," harapnya pada saat membuka Rakor.

SDGs sendiri memiliki tema "Mengubah Dunia Kita: Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan", yang berisi 17 tujuan dan 169 target, serta  merupakan rencana aksi global untuk 15 tahun ke depan, guna mengakhiri kemiskinan, mengurangi kesenjangan dan melindungi lingkungan.

"Tidak meninggalkan satu orangpun merupakan prinsip utama dari SDGs. Dengan prinsip tersebut, setidaknya SDGs harus bisa menjawab dua hal, pertama keadilan prosedural dan kedua keadilan subtansial," kata Joko Triadhi.

Dijelaskan Joko Triadhi, yang dimaksud dari keadilan prosedural adalah, sejauh mana seluruh pihak terutama yang selama ini tertinggal dapat terlibat dalam keseluruhan proses pembangunan. 

"Sedangkan maksud dari keadilan subtansial adalah sejauh mana kebijakan dan program pembangunan dapat atau mampu menjawab persoalan-persoalan warga terutama kelompok tertinggal," ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Khairanis Rahmanda Irina dari Sekretariat SDGs menganggap perubahan RPJMD yang sedang dilakukan Pemprov Kep. Babel menjadi kesempatan yang baik untuk memasukkan tujuan dan target SDGs ke dalam RPJMD. Perlu diperhatikan mengenai ketersediaan data, sumber daya dan pemetaan capaian SDGs.

"Kami di Pusat melakukan hal yang sama, kami mendapat arahan dari Menteri PPN/Bappenas agar RPJMN Tahun 2020-2024 harus bernuansa SDGs, jadi sebisa mungkin dan sebanyak mungkin target SDGs, dimainstreamkan ke dalam RPJMN, prosesnya pun sama dengan Babel," ungkapnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Rizky
Fotografer: 
Rizky