Barakuda Ditugaskan Dukung HUT RI ke-69 di Babel

PANGKALPINANG - Kapal Republik Indonesia (KRI) Barakuda bernomor lambung 633 sengaja didatangkan untuk mendukung rangkaian kegiatan HUT RI ke-69 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kapal ini sandar di Pelabuhan Pangkalbalam, Pangkalpinang, selama beberapa hari.

Sebelumnya Barakuda yang dulunya merupakan Kapal Kepresidenan kelas VVIP, baru bertolak dari wilayah Tanjung Datuk Kecamatan Paloh, perbatasan Kalimantan Barat untuk pengamanan bersama Panglima TNI Jenderal Moeldoko, terkait penyelesaian pembangunan menara suar oleh Pemerintah Malaysia.

"Selanjutnya kita diperintahkan ke sini untuk mendukung kegiatan tabur bunga (HUT RI ke-69), karena ada geladak helinya memungkinkan tabur bunga di laut," ungkap Lettu (P) Adi Poetra, Pjs Kepala Departemen Operasi KRI barakuda-633, usai Upacara Tabur Bunga Peringatan HUT RI ke-69 di Pelabuhan Pangkalbalam, Pangkalpinang, Minggu (17/8/2014).

Menurutnya, KRI Barakuda sudah beberapa kali melayari perairan Bangka Belitung, sesuai penugasan dari Armada Barat TNI-AL.Sebagai bekas kapal kepresidenan, terakhir kapal ini digunakan saat Megawati Soekarno Putri masih menjabat Presiden RI. Dan paling lama digunakan pada era mantan Presiden Soeharto.

Adi Poetra yang bertugas mengurus operasional kapal yang berkaitan dengan kebaharian, persenjataan dan komunikasi ini menjelaskan awalnya kapal yang dulunya bernomor lambung 814 ini diproduksi sebagai kapal perang. Namun kemudian dijadikan kapal kelas VVIP di era Orde Baru.

Sebagai kapal patroli TNI Angkatan Laut yang berada di bawah naungan Komando armada Indonesia bagian barat, kapal ini sering berfungsi menjadi pengawal misi pemerintah dan juga menjaga pertahanan keamanan bekerjasama dengan Pos AL di satuan yang sama di berbagai pulau terluar.

Melongok ke dalam KRI Barakuda-633, kita bisa melihat ruangan khusus yang hanya boleh ditempati oleh presiden dan keluarganya saja. Ruangan selebar 4 x 4 meter ini adalah ruang antipeluru sebagai pengamanan jika terjadi serangan terhadap kapal ini. Ruangannya bahkan kedap udara dan air jika kapal tiba-tiba ditenggelamkan. Ada juga ruang operasi yang bisa beralih fungsi.

KRI Barakuda dilengkapi sistem persenjataan dengan ruang kendali misi. Meriam utamanya adalah meriam tunggal 40 mm serta dua meriam anti udara kaliber 20 mm. KRI Barakuda juga mempunyai sistem DR200S bagi pertahanan terhadap peluru kendali, serta dilengkapi helipad atau hangar yang berfungsi serbaguna di bagian belakang, yang mampu menampung jenis NBO-105. Ini mendukung fungsi awalnya sebagai kapal perang jenis Fast Patrol Boat (FPB) NAV-IV.

KRI Barakuda merupakan kapal patroli TNI AL jenis FPB-57 generasi pertama rancangan Luerrsen, Vegesack, Jerman. Kapal berbobot lebih dari 400 ton ini memiliki panjang tidak kurang dari 58 meter, dan dapat melaju dengan kecepatan maksimal 28,1 mil.

"Hari ini, kita openship untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat di sini untuk melihat-lihat isi dan teknologi yang dimiliki KRI Barakuda-633. Hingga pukul lima sore nanti (Minggu, 17/8/2014-red). Ini bentuk apresiasi lainnya di HUT ke-69 Republik Indonesia di Babel," tambah Adi Poetra yang hampir tiga tahun bertugas di KRI Barakuda.

Kini, menurut Adi, KRI Barakuda-633 sudah menjadi kapal cepat Komando Armada Barat sejak tahun 2011, dengan satuan berada di Tanjung Ubang, Kepulauan Riau. Sebelumnya kapal ini sempat dijadikan kapal bantu.

Berada di kapal militer dalam waktu lama, memiliki kesan tersendiri bagi Kepala Divisi Elektronik (Kadivlek) KRI Barakud-633 Letnan Dua (P) Rolly Jonathan. Dirinya menyebutkan selama 1,5 tahun bertugas di kapal itu, kekompakan menjadi perekat utama dalam menjalankan pengabdian yang diberikan negara kepada prajurit TNI. Meski di waktu-waktu tersebut dia merasa jauh dari keluarga dan kerabat dekatnya.

Rolly juga menaruh harapan kepada pemerintah, terutama era kepemimpinan presiden baru periode 2014-2019 untuk lebih memperhatikan alat utama sistem senjata (alutsista) bagi pertahanan negara serta perkembangan kemaritiman.

KRI Barakuda-633 akan masih bersandar hingga beberapa ke depan. Namun setelah itu akan bertolak meninggalkan Pelabuhan Pangkalbalam.

"Selanjutnya kita belum tau, apakah (KRI Barakuda-red) kembali ke satuan atau ada tugas lainnya dari negara," ujar Rolly. (im)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Ismail
Fotografer: 
Ismail
Editor: 
Ismail