BATAN Membantu Pengembangan Potensi Pertanian

Pangkalpinang – Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) membantu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengembangkan potensi pertanian. Hasil penelitian bibit lada yang dilakukan BATAN membuahkan hasil menggembirakan. Pasalnya bibit lada tersebut mempunyai produktivitas tinggi dan lebih tahan terhadap penyakit.

Djarot Sulistio Wisnubroto Kepala BATAN mengatakan, banyak potensi dapat dikembangkan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Artinya, ketika berbicara nuklir tidak mesti mengenai pengembangan energi. Contohnya mengenai pengembangan tanaman lada di Kabupaten Bangka Tengah, Bangka Selatan dan Kabupaten Bangka.

“Pemanfaatan senyawa untuk menghadapi penyakit lada telah dilakukan di Kabupaten Bangka Tengah dan terjadi peningkatan produktivitas tanaman. Senyawa yang digunakan pada tanaman lada, meningkatkan produktivitas hingga 18,5 persen,” jelas Djarot saat audiensi dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di ruang pertemuan Kantor Gubernur, Rabu (7/9/2016).

Pengembangan tanaman tersebut masih berlanjut dan terus dikembangkan. Djarot mengatakan, selain itu telah melakukan uji coba pemanfaatan serangga mandul untuk nyamuk. Penelitian itu berguna untuk pencegahan penyebaran penyakit demam berdarah dan virus zika. Sebab teknologi ini membuat nyamuk jantan mandul, sehingga proses kembangbiak menjadi terhambat.

BATAN juga ingin memanfaatkan tanah jarang (rare earth) untuk kebutuhan industri di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Ia mengatakan, BATAN berkepentingan dan ingin menerapkan teknologi pemisahan uranium dan plutonium pada tanah jarang. Langkah selanjutnya, unsur logam tanah jarang dipisahkan lagi sehingga mendapatkan unsur yang lebih spesifik.

Menyinggung mengenai calon tapak Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), ia menjelaskan, tim dari Batan masih terus melakukan pemantauan. Segala perkembangan dan kejadian di Bangka Belitung menjadi masukan bagi pengembangan energi ini. Berbicara mengenai energi nasional, Presiden RI pernah menyinggung mengenai pembuatan roadmap.

“Terkait dengan kebijakan pemerintah tentang energi nuklir, tanggal 22 Juni lalu saat Pak Jokowi memimpin sidang paripurna dewan energi nasional, beliau mengatakan, kita harus membuat roadmap tentang PLTN. Namun beliau juga paham mengenai Peraturan Pemerintah No 79 tahun 2014 yang mengamanatkan energi nuklir merupakan pilihan terakhir,” jelasnya.

Sementara Yan Megawandi Sekda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyinggung mengenai pemberian beasiswa dari Batan. Sebab beasiswa tersebut sangat diharapkan masyarakat Bangka Belitung. Sedangkan mengenai pengembangan energi nuklir tak perlu diperdebatan di media sosial. Sebab kehadiran pihak BATAN dan Kemenristekdikti kali ini hanya sekedar mengevaluasi yang telah dilakukan.

Tidak semua pemanfaatan energi nuklir bermuara pada pembangunan PLTN. Menurut Sekda, dalam hal ini perlu kearifan sebagai bangsa untuk mempersiapkan generasi penerus dengan energi melimpah. Banyak hal positif dapat diambil dengan melakukan kerja sama dengan BATAN. Sebab teknologi nuklir bisa dimanfaatkan juga untuk sektor pertanian.

“Teknologi nuklir bisa mengembangkan varietas padi dan lada tahan terhadap penyakit.  Selain itu ada program beasiswa dari Batan. Untuk itu, persoalan teknologi nuklir ini perlu kita sikapi secara arif. Kesempatan ini juga dimanfaatkan guna mengomunikasikan hal-hal lain yang perlu dilakukan ke depan,” ungkapnya.

Sumber: 
Diskominfo Babel
Penulis: 
Rizky Fitrajaya/Huzari
Fotografer: 
Rizky Fitrajaya
Editor: 
Huzari | Adi Tri Saputra