Berdayakan Fungsi Kehumasan Pemerintah

Pangkalpinang - Tak sedikit fungsi kehumasan dalam suatu lembaga, institusi, baik fungsi keluar maupun fungsi ke dalam lembaga. Namun ironisnya, lembaga atau institusi tertentu masih belum begitu memperhitungkan  kebedaraan humas.

Marwan Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjelaskan, dalam menjalankan fungsi kehumasan harus dapat bekerja sama dengan media massa. Sebab media massa merupakan salah satu sarana untuk membentuk dan menggiring opini masyarakat.

"Jika humas dapat bersinergi dengan media massa, maka proses pencitraan dapat lebih mudah dilakukan," jelasnya saat menyampaikan materi pada kegiatan Bimbingan Teknis Optimalisasi Peran Humas Menuju Good Governance dan Clean Governance di Novotel Bangka Tengah, Senin (28/4/2014).

Kendati demikian, jelasnya, humas harus pandai dalam memilih media. Sebab jika salah memilih media, tujuan pencitraan tidak akan tercapai. Tak hanya itu, hubungan baik dengan insan pers juga harus dijaga dengan baik. Walaupun pada dasarnya humas dan media kerapkali diwarnai konflik. Itu semua dikarenakan adanya perbedaan mendasar paradigma berpikir dan paradigma melihat persoalan.

"Intinya, humas harus dapat membangun opini publik untuk menciptakan citra positif lembaganya," tegas Marwan.

Hal senada dikatakan Hadi Purnama Akademisi Puskomm Telkom University Bandung. Ia menjelaskan, jika humas pasif, sebagai insan pers harus aktif, kreatif dan begitu juga sebaliknya. Hal tersebut menunjukan sinergi pers dengan humas. Namun dalam memberi dan menerima informasi tidak diikuti dengan memberi dan menerima imbalan.

"Fungsi kehumasan mengubah citra, mendapat pengakuan publik dan memperbaiki hubungan antara perusahaan dan institusi dengan publik. Sementara fungsi pers yakni, sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, kontrol sosial dan lembaga ekonomi," jelasnya, Selasa (29/4/2014).

Media massa merupakan pusat penentuan kebenaran. Hadi menjelaskan, hal tersebut dilakukan dengan kemampuan media mentransfer dua elemen yaitu, kesadaran dan informasi ke dalam agenda publik. Itu dijalankan dengan mengarahkan kesadaran publik serta perhatian kepada isu-isu yang dianggap penting oleh media massa.

Berbicara mengenai fungsi humas dan pers, Hadi mengatakan, humas menjalankan fungsi mengubah citra institusi, mendapatkan pengakuan publik dan memperbaiki hubungan antara institusi dengan publik. Sedangkan pers menjalankan fungsi media informasi, pendidikan, hiburan, kontrol sosial dan juga sebagai lembaga ekonomi.

Sementara peran pers di antaranya, memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui, menegakan nilai-nilai dasar demokrasi guna mendorong terwujudnya supremasi hukum.

"Kalau humas menjalankan peran meyakinkan masyarakat terhadap citra positif instansi, menyebarluaskan informasi mengenai aktivitas di instansi serta mendorong tercapainya saling pengertian antara publik sasaran dengan institusi," jelasnya.(hzr/rf)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Huzari | Rizky
Fotografer: 
Rizky
Editor: 
Rizky