Beredar Isu Gempa Berpotensi Tsunami, Sekda Yan Megawandi Tegaskan Itu Hoax!

PANGKALPINANG -- Beredarnya isu gempa berpotensi tsunami yang mencatut nama sekda provinsi langsung dibantah Yan Megawandi Sekda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Isu tersebut tidak benar alias hoax, dan pelaku penyebar isu tidak pernah mengkonfirmasi persoalan ini.

Pelaku penyebar isu hoax mengaku  bernama Andre mengatakan, dapat kabar dari sekda provinsi berdasarkan data resmi dari BMKG memperkirakan bahwa gunung Krakatau akan ada letusan yang mengakibatkan gempa dalam waktu dekat. 

Isu hoax ini juga menyebutkan, belum tahu akan terjadi dalam beberapa hari ini atau beberapa minggu ke depan. Besarnya gempa di atas delapan skala richter, perlu diingat gempa di Liwa 6,5 skala richter hancur, sedangkan ini di atas delapan metro mungkin ada yang retak-retak bangunan. 

"Artinya keluarga yang ada di dekat sekitar pantai mohon diingatkan, karena sekarang ini sekda sudah memerintahkan instansi terkait seperti badan penanggulangan bencana untuk menentukan titik-titik koordinat penyelamatan," kata Andre saat menyebar isu hoax via WhatsApp.

Yan Megawandi menegaskan, berita hoax seperti ini sangat berbahaya dan bisa merugikan banyak orang. Sementara ini belum diketahui apa maksud pelaku menyebarkan isu hoax tersebut. Ini jelas salah dan membuat masyarakat gelisah dan panik. 

"Saya akan laporkan hal ini ke polisi. Kami berharap pelakunya bisa segera dilacak dan ditemukan. Hoax seperti ini musuh bersama kita dan  harus ditindak tegas," kata Sekda Yan Megawandi.

Menurut Sekda Yan Megawandi, rekaman suara isu hoax itu didapatkan dari teman di Toboali. Beberapa hari lalu Wabup Basel juga menanyakan ada isu seperti ini dan langsung dibantah, sebab itu sama sekali tidak benar.

"Tapi waktu itu saya tidak mengetahui bahwa infonya dalam bentuk rekaman suara," jelas Sekda Yan Megawandi.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Huzari