Bolu Kojo Makanan Pembuka Peringatan 1 Muharram

Sungailiat – Bolu Kojo makanan khas daerah Kabupaten Bangka menjadi makanan pembuka peringatan 1 Muharram di Masjid Al Mu’minun, Kelurahan Kenangan, Sungailiat, Kabupaten Bangka, Minggu (2/10/2016). Kue berminyak beralaskan daun pisang dan sangat manis terasa di lidah tersebut disajikan dalam sebuah dulang berdiameter lebih dari satu meter.

Pejabat dan masyarakat melebur bersama menikmati makanan tersebut. Selain itu, terdapat puluhan dulang makanan tersaji di ruangan masjid sebagai santapan selanjutnya. Sejumlah dulang itu dibawa pemuda dari balai adat desa setempat, diiringi pasukan drumband serta arakan peraga busana dengan mode pakaian unik terbuat dari kantong kresek.

Tajuddin Staf Ahli Bidang Pembangunan dan Lingkungan Hidup Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, kegiatan ini merupakan perilaku bijak dan mulia sebagai hamba Allah SWT yang memahami kekurangan dan kelemahan. Ini juga menjadi bagian tradisi masyarakat Bangka Belitung memeriahkan hari-hari besar Islam. Peringatan dilakukan dengan sangat meriah dan penuh suka cita.

Lebih jauh ia menjelaskan, perayaan digelar layaknya sebuah pesta. Ini merupakan manifestasi suatu kegembiraan dan kewajaran seiring masih lekatnya tradisi di Bangka Belitung. Namun semua yang dilaksanakan ada baiknya dalam batas-batas untuk mengungkapkan rasa syukur. Sebab kegiatan ini menjadi bentuk rasa syukur atas nikmat diberikan Allah SWT.

“Kegembiraan ini merupakan rasa syukur telah melewati tahun sebelumnya dan memasuki tahun baru. Diharapkan tahun baru ini dapat mendatangkan kebaikan-kebaikan,” harap Tajuddin saat Peringatan 1 Muharram 1438 H di Masjid Al Mu’minun, Kelurahan Kenangan, Sungailiat, Kabupaten Bangka, Minggu (2/10/2016).

Tampak nuasan kedekatan, gotong royong dan rasa tolong menolong tercermin dalam kegiatan ini. Hampir setiap rumah di kelurahan tersebut menyediakan berbagai aneka macam makanan. Semua makanan dapat dinikmati siapapun tamu yang berkunjung. Perayaan tahun ini lebih meriah dan teratur, sebab arus lalu lintas tetap lancar kendati sepanjang jalan dipenuhi parkir kendaraan.

Sebelum peringatan puncak, tanggal 27 September lalu telah digelar rangkaian acara berupa bazar, lomba shalawat, Juz Amma, permainan masyarakat, bakti sosial, cukur massal, donor darah serta melakukan penanaman pohon kenanga. Rangkaian kegiatan ini bertujuan meningkatan kreativitas masyarakat dalam dakwah dan seni Islam.

Tarmizi Saat Bupati Bangka mengatakan, peringatan tahun baru Islam dapat menjadi suatu momen memperkenalkan wisata religi kepada masyarakat luar. Selain itu pemerintah juga sedang memperjuangkan untuk segera merealisasikan kawasan ekonomi khusus pariwisata di kabupaten ini. Sehingga kemajuan ke depan dapat ditunjang sektor pariwisata tersebut.

“Kesempatan ini juga dapat dijadikan sebagai momen untuk menuju ke jalan kebaikan. Namun sebelum mengubah orang lain ke arah lebih baik, hendaknya terlebih dahulu mengubah diri sendiri,” sarannya.

Sementara Ustad Ferry Susanto saat mengisi ceramah menegaskan agar setiap umat muslim dapat membesarkan agama. Namun sebelum itu, umat muslim dapat mengurusi diri sendiri dalam menjalani kehidupan ini. Sebagai umat Nabi Muhammad juga harus pandai beramal serta meniatkan untuk melakukan perbuatan kebajikan.

Ketika hendak bersedekah, jelasnya, jangan mempertimbangkan jumlah besar atau kecilnya. Persoalan paling penting dalam bersedekah yakni, memberikan sedekah dengan niat tulus. Sebab niat tulus dapat memberikan manfaat bagi pemberi sedekah. Semua kebaikan dilakukan atas nama Allah SWT, sehingga Allah SWT memberikan ganjaran sesuai amal perbuatan.

“Untuk itu, muslim yang baik pandai dan selalu ingin belajar menata diri. Setelah itu menata lingkungan yang paling kecil dahulu yakni keluarga. Ketika diberikan kepercayaan, harus dapat menjalankan amanah tersebut dengan tujuan mencapai kebaikan,” tegasnya. 

Sumber: 
Diskominfo Babel
Penulis: 
Rizky Fitrajaya/Huzari
Fotografer: 
Rizky Fitrajaya
Editor: 
Huzari | Adi Tri Saputra