BPS Coba Sinkronkan Data

Pangkalpinang – Ketersedian data penting! Terutama dalam melaksanakan proses pembangunan. Selain itu, data milik Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) harus sama. Terdapat beberapa masalah terkait kualitas data, salah satunya karena tidak konsisten data tahun ke tahun, antar wilayah dan data yang ditampilkan kurang bervariasi.

Budi Kepala Bagian Tata Usaha BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, data selama ini tidak sinkron. BPS memiliki data, begitu juga SKPD provinsi. Ketika digabung, sejumlah data tersebut tidak sama. Seharusnya data sama, sehingga dapat digunakan untuk menghitung PDRB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. PDRB merupakan komponen menghitung pertumbuhan ekonomi.

"Data digunakan untuk menghitung PDRB dan pertumbuhan ekonomi Babel. Jadi data yang dihasilkan jangan sampai salah, karena mempengaruhi perhitungan PDRB," jelas Budi saat membuka FGD Penyusunan Publikasi Statistik Daerah dan KBBDA 2016 di Ruang Rapat Kantor BPS Babel, Senin (14/3/2016).

Sementara Agus Simbolon Kabid Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, data berkualitas dapat menghasilkan keputusan berkualitas. Kualitas data sangat penting untuk meningkatkan kepercayaan diri dalam pemgambilan keputusan, memperbaiki pelayanan dan kinerja.

Ada beberapa hal menjadi masalah kualitas data. Agus menegaskan, masalah tersebut terjadi karena tidak konsisten data dari tahun ke tahun, antar wilayah dan data yang ditampilkan kurang bervariasi. Manfaat penyusunan KBBDA makro terdiri dari proses perencanaan, formulasi kebijakan serta evaluasi pembangunan bagi pemerintah dan informasi terkini tentang profil suatu wilayah.

Selain makro, jelasnya, juga ada penyusunan KBBDA secara mikro. Ini diperlukan masyarakat untuk melihat keragaman sektor dan capaian serta diperlukan perusahaan untuk melihat perkembangan usaha dan prospek ke depan. Tak hanya itu, penyusunan KBBDA juga bermanfaat bagi dokumentasi seperti kompilasi data dari waktu ke waktu dan mencatat perjalanan sejarah.

“Data dalam DDA pada tahun ini akan ditampilkan dalam tabel variatif dan beragam. Data ini harus masuk pada bulan Juni, karena timeliness-nya DDA dan KBBDA 2016 akan diterbitkan Juli 2016," ungkapnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Surianto
Fotografer: 
Adi Tri Saputra
Editor: 
Huzari | Adi Tri Saputra