Bulan Mei Pangkalpinang Deflasi 0,93 Persen

PANGKALPINANG – Mei 2017 Pangkalpinang mengalami deflasi sebesar 0,93 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 134,81. Kondisi ini berbeda dari bulan-bulan sebelumnya. Namun diperkirakan Juni mendatang akan kembali terjadi inflasi, karena sejumlah bahan makanan merangkak naik dikarenakan menjelang Idul Fitri 1438 Hijriah.

Darwis Sitorus Kepala BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, kemungkinan Juni mendatang terjadi inflasi. Ini disebabkan terjadinya kenaikan sejumlah bahan pangan. Sementara ini harga sudah mulai naik. Deflasi kali ini terjadi karena adanya penurunan harga ditunjukan oleh turunnya indeks pada empat kelompok pengeluaran.

Empat kelompok pengeluaran tersebut di antaranya, bahan makanan 0,07 persen, diikuti kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,61 persen, kelompok sandang sebesar 0,13 persen serta kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 6,18 persen. Sementara untuk kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar inflasi sebesar 0,76 persen.

“Kelompok kesehatan sebesar 0,09 persen serta kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,04 persen. Tingkat inflasi tahun kalender Mei 2017 adalah sebesar 1,06 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun sebesar 8,36 persen,” jelas Darwis saat jumpa pers di Kantor BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Jumat (2/6/2017).

Sumbangan masing-masing komponen terhadap inflasi yaitu, komponen yang harganya diatur pemerintah deflasi sebesar 0,75 persen. Ia menjelaskan, untuk komponen bergejolak mengalami inflasi sebesar 0,04 persen dan komponen inti deflasi sebesar 0,22 persen. Selain Kota Pangkalpinang, di level provinsi juga mengalami deflasi.

Mei lalu, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengalami deflasi sebesar 0,29 persen dengan IHK 135,43. Pantauan harga selama Mei 2017 pada 82 kota, IHK di Indonesia menunjukan 70 kota mengalami inflasi dan 12 kota lainnya deflasi. Inflasi tertinggi di Kota Tual sebesar 0,96 persen dengan IHK 144,44 dan deflasi tertinggi Kota Manado sebesar 1,13 persen dengan IHK 127,31.

Beberapa komoditas mengalami peningkatan harga di antaranya, tarif listrik, sawi hijau, daging ayam ras, beras, bawang putih, ikan hapau, ayam hidup, bensin, kangkung, daging sapi, rokok kretek filter, jeruk, daun singkong, tahu mentah dan ikan kembung. Sementara beberapa komoditas mengalami penurunan harga yakni tarif angkutan udara, gula pasir dan daging babi.

“Selain itu ikan selar, sotong, ikan dencis, cabe rawit, cumi-cumi, pisang, apel, anggur, ikan singkur, ikan bulat, tarif pulsa ponsel dan ikan merah,” kata Darwis.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Rizky/Huzari
Fotografer: 
Rizky