Cegah dan Kendalikan PTM dengan Gentas

PANGKALAN BARU – Upaya pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular (PTM) dapat dilakukan dengan Gerakan Nasional Tekan Angka Obesitas atau Gentas. Hal  ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Mulyono Susanto saat membuka Seminar Kesehatan Penyakit Tidak Menular - Gerakan Nasional Tekan Angka Obesitas yang diselenggarakan di Hotel Sol Marina. (02/09/2019)

“Kegiatan gentas merupakan suatu gerakan yang melibatkan masyarakat dalam rangka pencegahan dan pengendalian obesitas sebagai faktor risiko PTM. Salah satunya, setiap warga negara usia 15 tahun ke atas, akan diukur berat badan, tinggi badan, lingkar perut, kemudian akan digali perilaku yang berisiko dan diberikan edukasi untuk dapat menerapkan perilaku gaya hidup sehat,” jelasnya.

Obesitas, lanjut Mulyono, dikenal juga sebagai pintu masuk penyakit tidak menular, misalnya jantung, stroke, diabetes, hipertensi, dan kanker. “Risiko sumbatan napas ketika sedang tidur juga meningkat. Bahkan, kadar lemak dan asam urat di dalam darah meningkat dan tingkat kesuburan reproduksi menurun,” tambahnya.

“Berdasarkan data Riskesdas tentang analisis survei konsumsi makanan individu tahun 2014, 40,7 persen masyarakat Indonesia mengonsumsi makanan berlemak 53,1 persen mengonsumsi makanan manis, 93,5 persen kurang konsumsi sayur dan buah, dan 26,1 persen kurang aktivitas fisik. Hal ini menunjukkan gaya hidup sehat masyarakat kita yang masih sangat minim,” lanjutnya.

Sementara Ketua Umum Asosiasi Nutrisionis Olahraga dan Kebugaran Indonesia (ANOKI), Mury Kuswari mengatakan bahwa berdasarkan hasil penelitian tim IPB, data total kerugian ekonomi akibat obesitas di Indonesia sebesar 78,4 milyar per tahun. “Jadi, selain masalah kesehatan, obesitas menyebabkan masalah ekonomi yang nantinya akan menjadi beban keuangan nasional,” lanjutnya,

Di hadapan para peserta yang mayoritas pelajar SMP dan SMU, Mury menegaskan bahwa aktivitas fisik atau olahraga menjadi salah satu solusi terbaik dalam memerangi obesitas. “Dalam Pedoman Gizi Seimbang, olahraga sebaiknya dilakukan setiap hari minimal tiga puluh menit. Namun, menurut WHO, untuk menurunkan berat badan, lakukan olahraga 150 menit per minggu,” lanjutnya.

Banyak jenis latihan fisik yang bisa dilakukan, tambahnya. “Pilihannya pun banyak. Bisa dengan berjalan, jogging, menari, atau yang lagi ngetrend saat ini, yaitu tabata. Hari ini bisa dilakukan dengan lagu Gangnam Style. Besok boleh diulang kembali atau lakukan dengan musik apa pun yang disuka. Prinsipnya, lakukan aktivitas fisik sekarang dan saat ini. Bukan besok,” tegasnya.

“Yang penting, pahami bahwa latihan fisik seperti olahraga bisa dilakukan di mana saja, kapan saja, dan tidak ada prinsip tidak ada waktu untuk berolahraga,” pungkasnya. 

Sumber: 
Dinkes Babel
Penulis: 
Adinda Chandralela