CPO Dongkrak Nilai Ekspor Non Timah

Pangkalpinang – Komoditas Crude Palm Oil (CPO) mendongkrak nilai ekspor non timah. Perbandingan total nilai ekspor non timah April dan Mei 2015 mengalami kenaikan sebesar 136,90 persen. Kenaikan nilai ekspor non timah hanya terjadi pada komoditi tertentu. 

Agung Rahmadi Kepala Bidang Statistik dan Distribusi BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, rincian sumbangsih kenaikan nilai ekspor non timah terbesar berasal dari ekspor golongan barang komoditas CPO. Angka kenaikan di bulan Mei 2015 sebesar 253,84 persen

“Nilai ekspor komoditas minyak lemak nabati/CPO pada April US$ 5,2 juta. Sementara pada bulan Mei 2015 tercatat nilai ekspor mencapai US$ 18,4 juta,” jelasnya saat jumpa pers, di Kantor BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (15/6/2015).

Jumlah ekspor non timah pada periode April 2015 mencapai US$ 9.03 juta, sementara pada Mei 2015 sebesar US$ 21,39 juta. Ia menjelaskan, secara persentase jika berdasarkan hitungan month of month mengalami kenaikan. Sedangkan jenis komoditas berbagai produk kimia, nilai ekspor pada Mei 2015 mencapai US$1,1 juta.

“Kenaikan ini terjadi dikarenakan pada April 2015 tidak terjadi ekspor terhadap komoditas ini. Nilai ekspor komoditas produk kimia pada Mei mencapai US$ 1,1 juta, sedangkan di April 2015 tidak ada,” ungkapnya.

Untuk beberapa komoditas yang mengalami penurunan nilai ekspor selama bulan Mei 2015, kata Agung, untuk jenis non timah meliputi kopi dan rempah-rempah, ikan dan hasil olahan ikan serta sisa hasil industri makanan. Nilai ekspor komoditas golongan barang kopi dan rempah-rempah tersebut senilai US$ 1.3 juta.

Namun di bulan April, komoditi itu memberi kontribusi sebesar US$ 3,2 juta. Ia menambahkan, pada Mei 2015 jenis ikan dan hasil olahan ikan US$ 0,4 juta, sedangkan di bulan April 2015 sebesar US$ 0,5 juta.

“Untuk sisa industri hasil makanan pada Mei tidak terjadi ekspor, sedangkan pada April mencapai US$ 0,2 juta,” jelasnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Stevani
Fotografer: 
Stevani
Editor: 
Huzari