Cukup Banyak Pelajar Menjadi Korban Kecelakan Lalu Lintas

Pangkalpinang – Tertib berlalu lintas masih menjadi hal yang harus mendapat perhatian khusus di negara Indonesia, dimana tingkat kecelakan masih tinggi. Tidak sedikit kecelakaan lalulintas dijalan raya ini menelan korban jiwa, yang membuat negara mengalami kerugian hingga Triliyunan rupiah.

Maka dari itu, Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar dialog interaktif Keselamatan Jalan Indonesia tahun 2012 – 2020 untuk bersama selamatkan anak bangsa. Acara tersebut digelar di Gedung Perkantoran Gubernur lantai 3, dengan menghadirkan nara sumber Kepala Jasa Raharja Wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Mulyadi SE, Direktur Keselamatan Transportasi Darat Ditjen Kementrian Perhubungan Darat Perhubungan Republik Indonesia Hotman Simanjuntak, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung M. Illyas, SE, MM, dan AKBP Muhammad Yusuf SH, SIK Wadirlantas Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Menurut Hotman Simanjuntak dalam dialog tersebut, organisasi WHO yang berjalan dalam bidang kesehatan, memiliki data mengenai kecelakaan lalu lintas, dan sedang mengupayakan target untuk menurunkan angka kematian berlalu lintas hingga 50% di dunia.

“Dan untuk di Indonesia sendiri untuk 2010-2011 ada sebanyak 31.234 yang meninggal dunia, yang berarti diperkirakan ada sebanyak 84 orang yang meninggal setiap harinya,” ungkap Hotman Simanjuntak.

Dan biasanya yang menjadi penyebab utama kecelakaan terdiri dari 3 faktor menurutnya, yaitu jalanan yang rusak dan tidak beres, kemudian masalah kendaraan seperti rem blong dan lain lain, dan yang terakhir adalah manusianya sendiri.

Untuk mengatasi hal tersebut ada beberapa hal yang menanganinya, yakni yang menangani masalah jalan adalah tugas dari PU, untuk masalah kendaraan adalah tugas dari Perhubungan, untuk masalah kedisiplinan manusia menjadi tugas dari kepolisian.

Dan dirasa sangat perlu untuk masyarakat dapat mengetahui bagaimana cara penanganan pertama dalam menolong korban kecelakaan, sebagai upaya meminimalisir kematian dalam kecelakaan lalu lintas untuk membantu sesama.

Kemudian Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyampaikan, bahwa cukup banyak dari korban-korban tersebut dari kalangan pelajar, maka Dinas Perhubungan berusaha untuk menyediakan bus sekolah.

Hal ini ditimpali oleh AKBP Muhammad Yusuf SH, SIK, karena menurut beliau,  banyak para pelajar yang sudah mengendarai sepeda motor, karena diberikan oleh orang tua nya, padahal hal tersebut sangat kurang tepat, mengingat kondisi kesiapan fisik dan mental anak-anak muda dalam berkendara yang belum matang.

Hal tersebut di-amini Hotman Simanjuntak, bahwa untuk mengurangi kendaraan sepeda motor dikalangan pelajar ini perlu dikembangkan angkutan umum yang memadai, “Hal ini untuk mengurangi para pelajar membawa kendaraan roda dua sebagai pancingan yang perlu dikembangkan untuk melayani sekolahan,” ujar Hotman.

Selanjutnya, Illyas pun menghimbau kepada masyarakat para pengguna jalan untuk meningkatkan peran aktif dalam penggunaan kendaraan, seperti gunakan seat belt, gunakan helm, dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas.

Sebelum acara berakhir, Kepala PT. Jasa Raharja Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Mulyadi mengatakan, bahwa Jasa Raharja bertugas setelah pasca kecelakaan untuk menyantuni para korban kecelakaan, dan pihaknya sangat berupaya sebaik-baiknya untuk membantu para korban yang membutuhkan.(K5/TMC)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Khalimo
Fotografer: 
Khalimo
Editor: 
Khalimo