Danrem Tabuh Genderang Perang!

Pangkalpinang – Tjaturputra Gunadi Gedah Danrem 045/Gaya mengajak semua elemen masyarakat menabuh genderang perang terhadap narkoba. Pasalnya narkoba sudah menjadi momok perusak generasi muda. Tak hanya pemerintah, setiap stakeholder di Bangka Belitung harus mempunyai komitmen dan berupaya memaksimalkan penanganan kasus narkoba secara komprehensif.

“Ini merupakan bentuk keprihatinan bangsa-bangsa di dunia terhadap permasalahan narkotika. Persoalan narkotika di Indonesia telah memasuki fase darurat, karena sudah menjadi ancaman faktual,” tegas Danrem saat upacara pencanangan Sindikat Narkoba, Cegah, Basmi dan Habisi (Sinar Cerah) di halaman Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (16/3/2016).

Persoalan narkoba menjadi ancaman kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia menambahkan, permasalahan kronis ini terlihat dari jumlah pengguna narkoba. Sekitar empat juta jiwa lebih pengguna narkotika di Indonesia. Pengguna narkotika tidak hanya dari kalangan dewasa, namun ada juga kalangan remaja dan anak-anak. Kalangan masyarakat berpendidikan rendah hingga tinggi telah teracuni narkoba.

Barang bukti narkotika sangat besar. Ia mengungkapkan, bukan hanya puluhan kilo melainkan sudah ribuan kilo. Dan bukan hanya puluhan butir melainkan ribuan butir narkotika meracuni jutaan warga negara. Ini menjadi senjata pemusnah massal yang akan menghancurkan bangsa Indonesia di masa datang.

Fakta ancaman kejahatan dan kasus narkotika terekspos melalui pemberitaan media massa. Menurutnya, sejumlah kasus tersebut melibatkan warga negara Indonesia maupun warga negara asing. Hampir setiap hari aparat hukum berhasil mengungkap kasus ini dengan jumlah barang bukti sangat besar.

“Kondisi fase darurat narkotika membutuhkan penanganan secara cepat dan tepat. Permasalahan ini tidak akan dapat diselesaikan oleh pemerintah, melainkan harus melibatkan seluruh eleman bangsa tanpa terkecuali,” harapnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Fajriana Andini
Fotografer: 
Suci Lestari
Editor: 
Huzari | Adi Tri Saputra