Data Center

Mengapa Diperlukan Data Center ?

Data center (Pusat Data) adalah bangunan, ruang khusus di dalam bangunan, atau sekelompok bangunan yang digunakan untuk menampung sistem komputer dan komponen terkait, seperti sistem telekomunikasi dan penyimpanan. Sejarahnya Data Center berakar di ruang komputer besar pada tahun 1940-an, dilambangkan oleh ENIAC, salah satu contoh paling awal dari Data Center. Sistem komputer awal, kompleks untuk dioperasikan dan dipelihara, membutuhkan lingkungan khusus untuk beroperasi. Banyak kabel diperlukan untuk menghubungkan semua komponen, dan metode untuk mengakomodasi dan mengatur ini dirancang seperti rak standar untuk memasang peralatan, lantai yang ditinggikan, dan baki kabel (dipasang di atas atau di bawah lantai yang ditinggikan). Sebuah mainframe tunggal membutuhkan banyak tenaga, dan harus didinginkan untuk menghindari overheating.

Berdasarkan fungsinya, data center dibagi menjadi 2 kategori umum yaitu:

  1. Internet Data Center: hanya untuk mendukung aplikasi terkait dengan Internet saja, biasanya dibangun dan dioperasikan oleh service provider atau perusahaan yang memiliki model bisnis berdasarkan pada Internet commerce.
  2. Corporate/Enterprise Data Center: mendukung semua fungsi yang memungkinkan berbagai model bisnis berjalan pada layanan Internet, intranet, dan keduanya.

Peraturan Pemerintah Indonesia terkait Data Center

Regulasi terkait penempatan data center di Indonesia ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 82 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PSTE). Peraturan ini menyebutkan, penyedia layanan diwajibkan menempatkan data center dan disaster recovery center secara fisik di wilayah Indonesia. Alhasil, penyelenggara sistem elektronik asing pun jadi harus berpikir dua kali apabila berencana melebarkan sayap ke pasar Indonesia.

Salah satu alasan utamanya regulasi tersebut adalah memberi kemudahan bagi para penegak hukum jika terjadi masalah. Apabila data center atau disaster recovery center berada di luar negeri, pihak berwenang dinilai mengalami kesulitan mendapatkan data yang disimpan di sana. Sebetulnya bisa saja penegak hukum tanah air meminta data ke pemerintah asing. Namun, apabila di negara tersebut terjadi suatu masalah, bukan tidak mungkin Indonesia kehilangan data penting yang dibutuhkan.

Standar pada Pembangunan Data Center

Standar Infrastruktur Telekomunikasi Asosiasi Industri Telekomunikasi untuk data center menentukan persyaratan minimum untuk infrastruktur telekomunikasi data center dan ruang komputer termasuk data center perusahaan penyewa tunggal dan data center hosting internet multi-penyewa. Topologi yang diusulkan dalam dokumen ini dimaksudkan untuk dapat diterapkan pada data center ukuran apa pun.

Telcordia GR-3160, Persyaratan NEBS untuk Peralatan dan Ruang data center Telekomunikasi, [27] menyediakan pedoman untuk ruang data center dalam jaringan telekomunikasi, dan persyaratan lingkungan untuk peralatan yang dimaksudkan untuk instalasi di ruang tersebut. Kriteria ini dikembangkan bersama oleh Telcordia dan perwakilan industry kemudian diterapkan ke ruang data center, pemrosesan data perumahan atau peralatan Teknologi Informasi (TI). Peralatan dapat digunakan untuk:

  • Mengoperasikan dan mengelola jaringan telekomunikasi operator
  • Menyediakan aplikasi berbasis data center secara langsung ke pelanggan operator
  • Menyediakan aplikasi yang di-host untuk pihak ketiga untuk menyediakan layanan kepada pelanggan mereka
  • Memberikan kombinasi aplikasi data center dan yang serupa

Secara garis besar, dalam membangun sebuah tempat yang nantinya akan difungsikan sebagai data center, harus memperhatikan beberapa hal yang wajib dimiliki oleh sebuah data center. Sebuah data center harus memiliki beberapa partisi ruangan seperti berikut ini :

  1. Ruangan server, biasanya ruangan server ini terdiri dari beberapa komputer tanpa monitor dan keyboard. Komputer-komputer ini terhubung ke jaringan dan bertugas     

          sebagai inti penyimpanan dan pemrosesan data. Komputer-komputer ini saling berhubungan serta harus sangat dikontrol suhu ruangannya. Karena jika sampai terlalu panas atau lembab, maka akan menimbulkan                        kerusakan dan kerugian.     

        2. Rak-rak jaringan, berfungsi sebagai penghubung antar server serta jalur serat optik ISP. Tentu data-data yang masuk dan keluar harus melewati jalur rak-rak jaringan ini.

        3.   Mesin-mesin UPS, berfungsi untuk menjadi sumber listrik cadangan apabila pasokan

        listrik tiba-tiba terputus atau mati. Mesin UPS mampu menjadi backup tenaga listrik

        sementara sebelum generator cadangan menyala.

  4.  Generator cadangan, berjalan dengan menggunakan mesin diesel dan secara

        otomatis akan menyala ketika listrik mati.

  5.  Ruangan pendingin, yang berfungsi untuk mengatur suhu di ruangan server agar

        suhu ruangan tidak terlalu panas.

  6. Mesin untuk menukar panas, terletak di atap bangunan dan berfungsi mengeluarkan

        udara panas yang ada di dalam bangunan gedung.

  7. Konstruksi beton dan baja, yang bertujuan untuk melindungi server apabila terjadi

        bencana alam.

  8. Beberapa unit mesin pendingin yang bekerja selama 24/7, mesin-meisn ini bekerja

        dengan cara mengeluarkan panas yang diserap oleh mesin pendingin kemudian

        melepaskannya keluar atau diubah sebagai udara dingin. Jangan lupa untuk

        menyiapkan juga beberapa program/unit pendingin cadangan.

  9. Pusat operasi jaringan, yang berisi ruangan untuk para karyawan IT dan security IT

        yang bertugas memonitor data center selama 24/7.

  10. Petugas keamanan, bertugas untuk menjaga gedung/bangunan data center tetap

        aman dengan menggunakan kamera keamanan, scan kartu identitas, dan

        sebagainya demi keamanan secara fisik.
 

Maintenance dari data center tidak kalah penting dari tahap pembangunannya. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan tentang data center, yaitu :

1.Metrik tentang kinerja server, ada standar pengukuran kinerja server yang telah

   diakui oleh sebagian besar orang IT, yaitu konsorsium SPEC atau Standard

              Performance Evaluation Corporation. Beberapa kriteria yang disyaratkan adalah

              pemanfaatan, latensi, dan efisiensi sumber daya.

  1. Memiliki karyawan IT yang kompeten, ada beberapa tugas penting untuk

              karyawan IT yang bekerja pada data center yaitu system deployment

              (mempersiapkan sistem), power source (pemakaian listrik), hardware

              maintenance (pemeliharaan dan perawatan perangkat hardware), software

              deployment (mempersiapkan software), network management (analisis network),

              dan server security (melakukan pengamanan untuk data center).

Penulis: 
Anna Tiffanie
Sumber: 
Dinas Kehutanan