Data Formula Strategis Membuat Kebijakan

Sungailiat – Data dan informasi merupakan formula strategi dalam menentukan dan membuat kebijakan publik. Selain itu, data dapat menjadi acuan membuat perencanaan, pemantauan dan evaluasi pembangunan. Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pun membuat kebijakan pengembangan sektor perkebunan mengacu data resmi. Kendati pada dasarnya Bangka Belitung merupakan salah satu daerah penghasil timah terbesar dunia.

“Daerah kita dikenal sebagai penghasil timah putih dan penyumbang ekspor timah terbesar di Indonesia. Namun perlu diketahui bersama, sektor pertambangan merupakan sumber daya alam tidak terbarukan, sehingga ketergantungan pada timah perlu dikurangi,” kata Hendra Kusuma Jaya, Asisten I Setda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat membuka Rapat Teknis Daerah (Ratekda) Pimpinan Badan Pusat Statistik (BPS) se Bangka Belitung di Tanjung Pesona, Kamis (20/2/2014).

Diberlakukannya Peraturan Menteri Perdagangan tentang Ketentuan Ekspor Timah, menurut Hendra, berdampak terhadap menurunnya ekspor timah. Kondisi ini memperlambat pertumbuhan ekonomi di Bangka Belitung dari 5,37 persen pada tahun 2012 menjadi 5,29 persen di tahun 2013. Sementara sektor pertanian merupakan sumber daya alam terbarukan yang dapat menjadi sumber daya alternatif di Bangka Belitung. Sehingga sub sektor perkebunan menjadi unggulan sektor pertanian dengan komoditas utama yaitu, lada putih, karet dan kelapa sawit.

Selain itu, jelasnya, tahun 2013, sektor pertanian menduduki peringkat pertama sebagai penyumbang PDRB terbesar dengan kontribusi 19,06 persen. Angka itu menggeser sektor industri pengelolaan yang lebih dominan pada industri peleburan timah. Potret kondisi perekonomian di Bangka Belitung dapat dilihat dengan data statistik yang valid.

Ia mengharapkan agar ke depan pemerintah daerah dapat melakukan evaluasi pembangunan yang telah dilakukan selama ini, dan selanjutnya merumuskan kebijakan yang akan diambil. BPS merupakan salah satu instansi yang melakukan reformasi birokrasi. Untuk itu BPS harus dapat meningkatkan kualitas data dan memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

“BPS sebagai mitra kerja pemerintah daerah. Saya imbau, tingkatkan kualitas data dengan meningkatkan kerja sama penyediaan data statistik. Sehingga perumusan kebijakan, perencanaan, pemantauan maupun evaluasi pembangunan lebih terarah,” harapnya.

Sementara Herum Fajarwati, Kepala BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, ratekda kali ini merupakan kelanjutan ratekda tanggal 11 hingga 13 Februari di Bandung. Kegiatan ini mempunyai arti sangat penting dan strategis untuk mempertajam dan mengimplementasikan hasil-hasil rateknas sesuai dengan kondisi daerah. Terutama dalam menyatukan persepsi, memperkuat koordinasi, menyatukan sinergi dan menemukan solusi guna menyelesaikan masalah penghambat pelaksanaan tugas BPS.

“Saya mengingatkan agar segera mengambil langkah-langkah konkret yang diperlukan dalam rangka perbaikan dan pembangunan BPS sesuai butir-butir resume selama ratekda. Jangan biarkan resume ratekda yang telah menghabiskan uang negara cukup besar, hanya menjadi dokumen yang tidak memiliki manfaat dan fungsi apapun bagi BPS,” tegasnya.(hzr/adt/rf)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Huzari | Adit Tri Saputra
Fotografer: 
Rizky
Editor: 
Huzari