Data Valid dan Road Map Kunci Pengendali Inflasi

Pangkalpinang – Inflasi sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Sebab inflasi yang tinggi menyebabkan pertumbuhan ekonomi rendah. Untuk itu sangat diperlukan identifikasi permasalahan dan solusi untuk mengendalikan penyebab terjadinya inflasi. Selain itu harus ada data valid dan road map sebagai kunci pengendali inflasi daerah.

Yan Megawandi Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjelaskan, inflasi menjadi perhatian serius pemerintah. Diharapkan road map dapat menjadi kunci pengendali inflasi daerah. Untuk itu Bangka Belitung harus mempunyai data valid, yaitu Babel satu data agar bisa mengatasi permasalahan-permasalahan inflasi.

Pemerintah berperan melakukan intervensi dalam bidang peternakan dan pertanian. Ia menambahkan, tahun depan akan menjalankan program penggemukan 500 ekor sapi. Sedangkan di bidang pertanian, saat ini pemerintah berusaha meningkat produksi padi dengan mencetak lahan persawahan. Sebab bertani itu menguntungkan dan menghasilkan.

“Untuk meningkat minat masyarakat bertani padi sawah, perlu ada pilot project persawahan yang berhasil. Dukungan pemerintah di bidang pertanian dan peternakan hendaknya bisa mengurangi ketergantungan dengan daerah lain. Ini tentunya akan mengurangi tingkat inflasi," ujar Sekda saat menghadiri FGD Road Map Pengendali Inflasi di Hotel Santika Bangka, Kamis (22/9/2016).

Selain itu, pemerintah berupaya menjamin ketersedian produk. Ia menjelaskan, pemerintah provinsi akan segera melakukan MoU dengan Sumsel agar bisa menjamin ketersedian produk pertanian, peternakan dan makanan. Sehingga dapat mengurangi serta mempengaruhi pertumbuhan inflasi. Tak hanya itu, ketersediaan data yang valid juga menjadi perhatian.

“Ketersediaan data dan identifikasi permasalahan merupakan hal penting dalam mencari solusi dari permasalahan yang ada,” tegasnya.

Sedangkan Bayu Martanto Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bangka Belitung menjelaskan, secara historis inflasi Bangka Belitung cukup tinggi dan berfluktuatif dibandingkan inflasi nasional. Bangka Belitung merupakan daerah kepulauan, inflasi pada umumnya disebabkan ada permasalahan pasokan dan pendistribusian barang.

"Inflasi Bangka Belitung disebabkan volatile foods (komponen harga bergejolak). Volatile foods ini memberikan andil besar pada tingkat inflasi di Bangka Belitung. Ada lima komoditas di antaranya, beras, daging ayam, ikan kembung, cumi-cumi dan ikan selar," jelas Bayu.

Inflasi Bangka Belitung hampir selalu di atas nasional namun masih terkendali. Menurutnya, untuk mengurangi inflasi diperlukan road map dan Tim Pemantauan dan Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Bangka Belitung. Strategi ini bentuk respon terhadap gejolak yang sangat tinggi seperti, pemenuhan ketersedian pasokan dan pembentukan harga yang terjangkau.

“Selain itu pendistribusian pasokan yang lancar serta efisien, penyediaan informasi harga dan kelembagaan TPID yang efektif. Menjamin ketersediaan produk dengan membangun gudang pangan dan cold storage. Perlu juga optimalisasi perikanan tangkap dan pengembangan pilot project budidaya perikanan serta mendukung suksesnya program cetak sawah," kata Wakil Ketua TPID Babel ini.

Sumber: 
Diskominfo Babel
Penulis: 
Surianto
Fotografer: 
Adi Tri Saputra
Editor: 
Huzari | Adi Tri Saputra