Delapan Strategi Peningkatan Kualitas Komunikasi Publik, Poin Empat Masih jadi "PR"

BELITUNG TIMUR -- Sedikitnya delapan strategi peningkatan kualitas komunikasi publik disusun Biro Perencanaan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI. Poin keempat yakni, peningkatan kualitas SDM bidang komunikasi dan informasi, dan ini masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah.

Dilansir sebelumnya, mengenai diseminasi informasi, Kadiskominfo Babel Sudarman mengatakan, masih kalah dengan pihak swasta. Pengemasan informasi oleh pihak swasta lebih hebat dari dari pranata humas. Jika mempunyai anggaran, tentunya bisa memberikan pelatihan sehingga bisa lebih baik.

Sementara Dyah Purwaningrum Kepala Bagian Rencana Program, Biro Perencanaan Kemenkominfo RI mengatakan, delapan strategi peningkatan kualitas komunikasi publik di antaranya, penguatan integrasi tata kelola informasi dan komunikasi publik sesuai asas-asas keterbukaan informasi publik.

"Selanjutnya, melakukan penguatan media-media lokal dan alternatif sebagai sumber informasi utama masyarakat," kata Dyah saat bertindak sebagai pemateri Rakor Diskominfo se Babel, Manggar, Kabupaten Belitung Timur.

Poin ketiga, perlu menyediakan konten informasi publik berkualitas dan merata, terutama bagi 
masyarakat di daerah tertinggal, terdepan dan terluar di Indonesia. Nah, sedangkan yang keempat, melakukan peningkatan kualitas SDM bidang komunikasi dan informasi.

Kemudian, jelas Dyah, adanya peningkatan akses partisipasi masyarakat dalam penentuan kebijakan publik secara langsung dan digital. Lalu peningkatan literasi media masyarakat melalui pendidikan dan pendekatan sosial budaya.

"Dua poin terakhir, menyusun standardisasi lembaga pers dan jurnalis. Selanjutnya melakukan peningkatan kualitas isi siaran TV melalui pembentukan rating nasional serta penguatan peran KPI," tegasnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Huzari
Fotografer: 
Yusrizal
Editor: 
Padli