Dinas Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Gelar Rakor Tim Jejaring Keamanan Pangan Daerah

 
Pangkalpinang - Dalam rangka pembinaan dan pengawasan terpadu pada keamanan pangan daerah serta peran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lintas sektor dan lembaga terkait lainnya. Dinas Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung  menggelar rapat koordinasi Tim Jejaring Keamanan Pangan Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung hari ini Senin, (15/4) di Ruang Rapat Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. 
 
Rapat koordinasi ini merupakan pertemuan pertama di tahun 2019, dan direncanakan akan dilakukan setiap triwulan. Hadir pada acara ini adalah instansi terkait yang tergabung dalam Tim Jejaring Keamanan Pangan Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM),  Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu Dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM),  Dinas Kesehatan, Polisi Daerah (Polda),  Yayasan Lembaga Komsumen Indonesia, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Pertanian, Dinas Kehutanan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Majelis Ulama Indonesia (MUI),  serta instansi terkait lainnya. 
 
Pertemuan dipimpin  Asisten II,  Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Babel,  sekaligus Ketua Tim Jejaring Keamanan Pangan Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Yanuar, menyampaikan bahwa terdapat beberapa isu terkait keamanan pangan yang harus ditindaklanjuti dan diperlukan penyelesaian yang cepat dan tepat.  
 
Adapun permasalahan yang perlu ditangani terkait beberapa hal yakni ditemukannya cacing pada komoditi ikan, banyaknya penggunaan staples pada makanan siap saji, registrasi produk pangan dalam kemasan terutama produk UMKM, peredaran keluar masuknya produk pangan, pengawasan keamanan pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional.
 
Pada kesempatan ini beliau mengharapkan setiap perwakilan lintas sektor dari provinsi maupun kabupaten/kota memberikan laporan mengenai isu terkait serta dapat berkontribusi memberikan saran penanganan yang tepat. 
 
Selain itu, perlu dilakukan edukasi yang tepat kepada masyarakat terkait resiko yang ditemukan serta ikut serta mengawasi keamanan pangan secara terpadu.  “Pelaksanaan penanganan keamanan pangan ini merupakan tanggung jawab lintas sektor, untuk itu perlu dilakukan secara sinergis” ujarnya.
 
Dalam rapat koordinasi tersebut juga ditegaskan bahwa cacing Anisakis pada komoditi ikan yang ditemukan di Bangka Belitung tidak berbahaya apabila ditangani dengan tepat. Dalam artian mulai saat proses penangkapan ikan disarankan disimpan pada suhu rendah dengan penggunaan es sampai pada pengolahannya juga harus dilakukan dengan cara yang tepat yakni mengolah/ memasak ikan dengan suhu diatas 65 C.
 
 
Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Imeldarina Ginting
Fotografer: 
Imeldarina Ginting
Editor: 
Fitra