DINAS PANGAN TEKANKAN PENINGKATAN KETAHANAN PANGAN SEBAGAI SOLUSI STUNTING DI BANGKA BELITUNG

Pangkalpinang - Stunting adalah kondisi kurang gizi kronis yang disebabkan oleh minimnya asupan gizi dalam waktu cukup lama sehingga menyebabkan gangguan pertumbuhan bagi anak. Gangguan pertumbuhan dimaksud ditandai dengan tinggi badan anak lebih rendah (pendek) daripada anak seusianya. Disamping itu, perkembangan otak anak menjadi lebih lambat dari standar anak-anak seusianya. Sehigga, hal ini mempengaruhi prestasi, produktifitas serta kreatifitas anak di sekolah. Pada akhirnya, stunting menjadi ancaman utama bagi kualitas manusia Indonesia yang dapat menurunkan kemampuan daya saing Bangsa. 

Stunting dapat dicegah dengan memperhatikan tiga hal yakni, merubah pola makan, pola asuh serta perbaikan sanitasi dan akses air bersih. Hal ini kemudian menjadi perhatian Dinas Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang memfokuskan penanggulangan stunting pada poin pertama melalui peningkatan ketahanan pangan keluarga. Yakni, bagaimana keluarga memperoleh pangan secara terus-menerus, sehat, bergizi, aman, dan terjangkau sesuai standar asupan gizi.

Utamanya, anak pada masa golden age yaitu usia kandungan hingga dua tahun di luar kandungan. Indikator standar kecukupan asupan gizi sehari-hari adalah sebanyak 2150 kalori perhari (setara dengan 3x makan), protein 63 gram perkapita perhari, dan asupan lemak 57 gram per perkapita per hari secara seimbang. Sedangkan berdasarkan data Pola Pangan Harapan Provinsi (PPH) Dinas Pangan, Bangka Belitung berada di kisaran angka 81,5% dan angka 87% di PPH ketersediaan dari angka maksimal 100%. 

Merujuk data Riset Kesehatan Dasar (Riskerdas) tahun 2013, peristiwa gizi buruk terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Angka prosentasi stunting mencapai kisaran 30%. Berarti, dari tiga kelahiran di Indonesia, ada satu anak terdampak stunting. Hal ini diungkapkan oleh Sri Rezeki selaku Kepala Bidang Ketersediaan Dinas Pangan pada Selasa (1/10). Sri Rezeki juga mengatakan bahwa di Bangka Belitung pada tahun yang sama, tingkat stunting mencapai angka 27%. Sejalan dengan itu, pada tahun 2019, berdasarkan data yang di olah BPS, Sri Rezeki menyebut tingkat rawan pangan kronis di Bangka Belitung masih terjadi di salah satu Kabupaten. Dan hal ini untuk menjadi perhatian. 

Oleh karena itu, Dinas Pangan Provinsi mengerucutkan program-programnya kepada standar pemenuhan gizi dan kesehatan keluarga yang disosialisasikan di tujuh Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Program-program tersebut antara lain adalah Peningkatan Konsumsi dan Keamanan Pangan, Ketersediaan dan Kerawanan Pangan, serta program Pengembangan Distribusi, Stabilitasi dan Cadangan Pangan dalam bentuk kegiatan-kegiatan.

Sumber: 
Dinas Pangan
Penulis: 
Dini