DINHUT menggandeng Balai Konservasi SDA dan Forum Kolaborasi untuk menetapkan calon Kawasan Ekosistem Esensial

Pangkalpinang – Dinas Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Bersama Balai KSDA Sumatera Selatan menyelenggarakan Konsultasi Publik terkait penetapan calon lokasi dan penyusunan rencana aksi Kawasan Ekosistem Esensial atau disingkat KEE pada Kecamatan Lepar Pongok dan Kecamatan Kepulauan Pongok Kabupaten Bangka Selatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Selasa, 10 Desember 2019 hadir memberi sambutan Kepala Balai KSDA Genman S. Hasibuan, S.Hut, M.M menerangkan bahwa KEE adalah Ekosistem diluar Kawasan hutan konservasi yang secara ekologis penting bagi konservasi keanekaragaman hayati yang mencakup ekosistem alami dan buatan yang berada di dalam dan di luar Kawasan hutan.

“Kawasan Ekosistem Esensial dikenal dengan beberapa tipe yaitu :

  1. Tipe Ekologis penting atau nilai konservasi tinggi didalamnya termasuk Kawasan mangrove, karst, gambut dan perairan darat/lahan basah (danau, sungai, rawa, payau, dan wilayah pasang surut yang tidak lebih dari 6 meter ).
  2. Tipe landscape didalamnya termasuk habitat endemic dan lintasan satwa liar dan,
  3. Tipe pencadangan sumberdaya alam didalamnya termasuk taman keanekaragaman hayati (Kehati).” Lanjut Genman.

Kawasan Ekosistem Esensial sangat berperan penting dalam mendukung perlindungan keanekaragaman hayati (ekosistem, spesies, dan keanekaragaman genetic). Karena kawasan tersebut melindungi terancamnya kawasan diluar kawasan suaka alam dan kawasan pelestarian alam yang mempunyai keunikan baik spesies flora maupun fauna.

Lebih lanjut Genman menambahkan,”Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mempunyai potensi sumber daya alam kehutanan seluas 654.712 Ha, yang terdiri dari hutan produksi seluas 432.884 Ha, hutan produksi konversi seluas 693 Ha, hutan lindung seluas 185.531 Ha yang terdiri dari Taman Nasional , Taman Wisata Alam, Taman Hutan Raya. Kawasan Hutan Konservasi tersebut merupakan pelindung bagis keanekaragaman hayati yang ada didalamnya.”

Konsultasi Publik ini resmi dibuka oleh Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, H. Marwan, S.Ag. Dalam sambutannya beliau berkata,”tahun 2000 hutan kita ini digarap oleh para penambang, namun sekarang ini kawasan kita digarap oleh petani ubi. Oleh karena itu kalau kita lihat disitu potensi mangrove kita bagus sudah diidentifikasi dan ditetapkan calon KEE maka hari ini kita diminta memberikan masukan,saran, ide bagaimana bagusnya kawasan ini, setelah itu kita usulkan kepada Gubernur untuk ditetapkan sebagai kawasan ekosistem yang penting untuk dilestarikan”.

Sumber: 
Dinas Kehutanan
Penulis: 
Anna Tiffanie
Fotografer: 
Anna Tiffanie (Dinas Kehutanan )