Dinkessos Babel Kumpulkan Pekerja Tempat Hiburan

MANGGAR - Sebanyak 31 pekerja tempat hiburan malam di Kabupaten Belitung Timur kembali mendapat penyuluhan dari Dinas Kesejahteraan Sosial Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Dinkessos Babel) pada Kamis (25/09/2014).

Mereka merupakan pekerja di dua tempat hiburan, yaitu kafe Putri Mirang di Desa Mudong dan kafe Tenda Biru di Dusun Padang I Kecamatan Manggar, Belitung Timur. Dalam kegiatan rutin yang bersifat pembinaan dan penertiban ke lokasi-lokasi tempat hiburan yang digelar Dinkessos bersama Polda Babel, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Babel, tim mengumpulkan para pekerja beserta pengelolanya untuk melakukan pendataan jumlah, lamanya bekerja, usia dan daerah asalnya. Selain itu diberikan juga pembinaan yang berkaitan dengan aktifitas tempat hiburan.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinkessos Babel Effendi SPd mengatakan kegiatan rutin tersebut untuk mengetahui kegiatan apa saja yang dilaksanakan di tempat hiburan malam, dan memberikan pembinaan agar pengelolaan sesuai dengan fungsinya. Sehingga aktifitasnya dapat berjalan sesuai hukum dan aturan yang berlaku. Diantaranya terkait dengan kewajiban pengelola tempat hiburan untuk memperhatikan faktor kelayakan, usia dan kesehatan para pekerja. Di samping itu, baik pekerja maupun pengelola harus memperhatikan dampak sosial yang dapat ditimbulkan terhadap warga sekitar.

"Jangan sampai pengelola dan pekerja tempat hiburan membuat resah masyarakat di sekitar mereka, sehingga menimbulkan masalah-masalah sosial lainnya," kata Effendi.

Dirinya juga menekankan agar pengelola tidak mempekerjakan anak di bawah umur sebagaimana diatur dalam ketentuan perundang-undangan. Karena hal itu dapat menyebabkan mereka kehilangan kesempatan untuk memperoleh pendidikan dan kasih sayang dari orangtua. Dalam menjalankan aktifitasnya, pekerja tempat hiburan juga harus melengkapi identitas diri serta membantu pemerintah dalam memberantas penyalahgunaan narkoba. Karena, menurut dia, tempat hiburan malam sangat rentan dengan peredaran dan penyalahgunaan zat adiktif dan obat-obatan terlarang.

Di sisi lain, dirinya mengimbau agar para pekerja tidak menggantungkan masa depan mereka untuk terus-menerus bekerja di tempat tersebut. Apabila sudah dirasakan ekonominya membaik, para pekerja hendaknya menabung untuk dijadikan modal kerja dan modal usaha sekembalinya ke kampung halaman.

Sementara Direktorat Pembinaan Masyarakat Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung (Dir Binmas Polda Babel) melalui Brigadir Polisi Juai Febriana SH kembali mengingatkan pengelola tempat hiburan untuk taat hukum dan taat aturan dengan melengkapi dokumen yang berkaitan dengan penyelenggaraan tempat hiburan, terutama perijinan. Kelengkapan itu untuk memudahkan pengelola dalam menjalankan usahanya sehingga tidak bersinggungan dengan hukum.

Kepada para pekerja, Juai Febriana juga mengharapkan kerjasamanya untuk tidak menyembunyikan berbagai tindakan yang terjadi selama bekerja. Mereka diarahkan untuk pro-aktif melaporkan kepada aparat penegak hukum apabila mereka diperlakukan tidak wajar dalam bekerja, seperti tindakan pelecehan seksual dan lain sebagainya.

"Mohon kerjasamanya untuk melaporkan apabila terjadi hal-hal seperti itu. Jangan didiamkan saja agar kita bisa memberikan rasa aman kepada setiap warga negara. Kepada pengelola juga hendaknya dapat melaporkan jika ada hal-hal yang mencurigakan yang dilakukan oleh pekerja maupun tamu-tamu tempat hiburan," ujar Brigadir Juai Febriana.

Harapan senada disampaikan Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah Satpol PP Babel Sucipto Nugroho SH. Dia mengharapkan bagi pengelola tempat hiburan untuk dapat mengurus kembali dokumen perijinan yang masa berlakunya sudah dan akan kadaluarsa, agar terhindar dari sanksi administratif berupa pencabutan ijin maupun sanksi pidana.

Menurutnya, di Beltim terdapat banyak tempat hiburan. Saat ini yang terdata baru enam tempat hiburan yang memiliki ijin resmi.

"Apabila tidak memiliki ijin, maka akan dilakukan penertiban. Para pekerja dan pengelola juga tidak akan merasa aman dan nyaman dalam melakukan aktifitasnya apabila belum memiliki ijin resmi," ujar Sucipto.

Di akhir kegiatan, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Panti Sosial Bina Serumpun Dinkessos Babel M Nazrin SAg mengajak pelaku tempat hiburan untuk mendukung program pemerintah dalam menciptakan tempat hiburan yang sehat, aman, tertib dan nyaman. Kondisi itu didukung dengan semakin banyaknya wisatawan yang berkunjung ke sejumlah destinasi wisata di Pulau Belitung. Dengan ditetapkannya Pulau Belitung sebagai salah satu destinasi pariwisata nasional, area wisata sehat harus menjadi perhatian pengelola tempat hiburan.

Usai memberikan penyuluhan di tempat hiburan, selanjutnya tim terpadu menyempatkan diri berkunjung ke Panti Sosial Bina Laras Hijrah, yang merupakan panti eks psikotik milik Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Belitung Timur. Di panti ini terdapat sedikitnya 18 pria yang ditampung untuk dilakukan rehabilitasi. Sekira pukul 16.30 WIB sore itu, mereka tampak sedang menjalani latihan fisik olahraga sepakbola serta dipandu dua orang tenaga medis dan pekerja sosial dari panti. Rencananya tahun depan panti ini akan menambah ruangan untuk pasien wanita.

Dari Kabupaten Belitung Timur, malam harinya tim meneruskan kegiatan pembinaan dan penertiban ke sejumlah tempat hiburan malam di Kabupaten Belitung, yakni Alda Karaoke dan kafe Hitam Puteh di Dukong Desa Pangkal Lalang Kecamatan Tanjungpandan. Di dua tempat ini, tim dibantu beberapa personel tambahan dari Polres Belitung. Seluruh pekerja yang berjumlah belasan orang diminta dapat menunjukkan identitas diri. Di Alda Karaoke belum ada kunjungan tamu, sedangkan di Kafe Hitam Puteh baru terdapat dua pengunjung pria yang usianya kisaran 20-an tahun.

Bahkan tim sempat mencurigai indikasi kafe yang mempekerjakan anak di bawah umur pada salah satu tempat hiburan malam tersebut. Pasalnya salah satu pekerja berinisial D memiliki postur pendek dan terlihat masih belia. Namun berdasarkan pengakuannya dan bukti identitas diri berupa KTP dari Bandung Jawa Barat, diperoleh keterangan bahwa dia berusia 19 tahun, sudah menikah dan memiliki seorang putra. Dalam kegiatan di dua kabupaten kali ini, tampak hadir pula pegawai dari Dinkessos Babel yakni Maryana SSos, Yudi Suhirno SKM dan Suci Mawarni SH. (ism/reni-tim mc)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Ismail | Reni
Fotografer: 
Ismail
Editor: 
Ismail