Disbudpar Kembali Gelar Workshop Penyusunan Interpretasi Kawasan Strategis Pariwisata Muntok

Muntok. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kep.Babel kembali menggelar Workshop Penyusunan Interpretasi Kawasan Strategis Pariwisata Muntok dan sekitarnya, hari ini Kamis (3/10) di Hotel Pasadena, Muntok.

Workshop dibuka oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Prov. Babel dalam hal ini diwakili oleh Kabid Destinasi, Rusni Budiati. 
Workshop diikuti oleh sebanyak 30 peserta yang berasal  dari Dinas Pariwisata Kab. Muntok, Forum Peduli Menumbing, Museum Timah Indonesia, Heritace Tionghoa Bangka, Menumbing Heritace Community, serta perwakilan dari HPI dan PHRI.  

" Workshop hari ini merupakan workshop ketiga, ini merupakan lanjutan dari workshop sebelumnya. Ada banyak hal yang sudah dilakukan dan disepakati yakni penentuan identitas utama kepariwisataan, pemilihan tema dan sub tema pada jalur wisata, dan proses penyusunan narasi (outline dan storyline) tour wisata kita” kata Rusni saat memberikan sambutannya.

Lebih jauh lagi beliau mengatakan bahwa melalui workshop penyusunan interpretasi dapat lebih memberi pengetahuan dan pemahaman mengenai keunggulan dan nilai-nilai yang dimiliki Kota Muntok.

“ Melalui pengetahuan dan pemahaman tersebut, kita dapat mengukur kebutuhan dan memilih teknik-teknik interpretasi yang paling tepat untuk mengembangkan produk pariwisata kita” jelas Rusni. 

Sebagaimana diketahui Kota Muntok adalah kota yang kaya dengan warisan budaya dan sejarah. Semua kekayaan tersebut menjadi modal utama dalam menyusun interpretasi kawasan strategis pariwisata Muntok. Dari workshop sebelumnya telah disepakati empat paket tour yakni Tur Wawasan Kebangsaan, Tur Rumah Mayor, Tur Sejarah Penambangan Timah dan Tur Mandiri Segitiga Masjid Jamik-Klenteng. Dari keempat paket tur tersebut akan dikembangkan melalui interpretasi personal sedangkan Tur Mandiri Segitiga Masjid Jamik-Klenteng akan dikembangkan dengan interpretasi non personal. 

Rusni berharap output berupa dokumen susunan interpretasi kawasan strategis  pariwisata Muntok nantinya dapat menghasilkan produk wisata tur yang akan ditawarkan menjadi produk yang bermutu dan terbaik bagi para calon wisatawan.
“ Pada akhirnya kita dapat berkontribusi dalam meningkatkan nilai tambah yang dapat meningkatkan kualitas pengalaman dan pengayaan pengetahuan wisatawan yang berkunjung sehingga daya saing kepariwisataan daerah kita dapat meningkat, terjaga dan berkelanjutan” ujar Rusni.

Beliau juga mengatakan bahwa interpretasi Kawasan  Strategis Pariwisata Provinsi (KSPP) Muntok merupakan interpretasi pertama yang di fasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dari empat KSPP dan KPPP yang ada di Bangka Belitung.

“ Kita sudah menyusun rencana aksi KSPP Muntok tahun lalu, sehingga tahun ini kita bisa menyusun interpretasinya. Interpretasi ini betul-betul melibatkan masyarakat. Karena pada dasarnya mereka yang paling mengetahui potensi daerah yang mereka miliki, memutuskan produk yang akan dibangun dan pesan apa yang ingin mereka sampaikan kepada wisatawan sehingga kegiatan ini sangat penting dalam membangun destinasi di Muntok” kata Rusni. 

Dalam Workshop ini, peserta memperoleh materi penyusunan naskah interpretasi lanjutan yang disampaikan oleh Tim dari Pusat Perencanaan dan  Pengembangan Kepariwisataan (PP2Par) ITB yakni Wiwien Tribuani W, Abadi Raksapati dan Raden Nadhiva Hadianti sampai Jumat (4/10). Selain itu, peserta juga melakukan praktek langsung dengan menuangkan data dari lapangan.

Sumber: 
Disbudpar Babel
Penulis: 
Imelda