Diskominfo Babel Akan Menggelar Dua Even Nasional

Pangkalpinang – Rakornas Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan Festival TIK menjadi agenda besar yang akan di gelar di Bangka Belitung pada tahun 2019. Dengan mengusung tema “Pengembangan Pariwisata dan UMKM Indonesia melalui Peran Literasi Digital di Era Industrial”. Maka dari itu, Diskominfo bersama Kemenkominfo, dan Relawan TIK mengadakan rapat persiapan awal di Ruang Tanjung Pesona Kantor Gubernur, Senin (13/05).

Direktur Pemberdayaan TIK Kementerian Kominfo, Slamet, mengatakan bahwa sudah empat tahun belakangan ini Presiden Jokowi sudah membangun berbagai infrastruktur salah satunya terkait sektor TIK, dimana pada tahun 2019 pertengahan tahun fiber optic akan tersambung di 514 kabupaten/kota termasuk di Provinsi Babel.

“Momen ini merupakan saat yang tepat ketika saat Festival TIK bisa memanfaatkan infrastruktur yang sudah dibangun, menjadi tonggak bahwa Provinsi Babel salah satu provinsi yang siap dalam rangka menghadapi industri 4.0,” ujar Slamet.

Ada beberapa program yang disampaikan oleh Slamet. Pertama, pada sektor pendidikan. Dengan adanya penggunaan internet sebanyak 150 juta user pada 2019, namun ternyata tidak diikuti dengan tingkat kecakapan penggunaan internet. Sangat diperlukan peran literasi digital, agar menghasilkan konten yang kreatif dan produktif.

“Semua orang telah mengakses internet, tapi tidak semua orang bisa menggunakan internet. Oleh karena itu akhir-akhir ini banyak berita-berita atau muatan-muatan berkonten negatif,” jelasnya.

Untuk itu Ia merasa perlu melakukan transformasi digital di masyarakat, industri, dan pemerintah. Salah satu langkah untuk melakukan pencerdasan kepada masyarakat muda mengenai literasi digital, Ia berharap dapat memasukan materi literasi digital di sekolah-sekolah saat melakukan orientasi siswa.

Kedua, terkait di sektor UMKM yang akan didorong untuk berjualan secara online. Dengan berjualan secara online, diharapkan pangsa pasar UMKM akan semakin luas. Tidak hanya di Babel, namun juga seluruh Indonesia, bahkan global.

Hal ini juga termasuk dengan digitalisasi pasar rakyat, yang akan mempermudah transaksi jual beli pasar tradisional menggunakan non fisik (e-wallet).

Ketiga adalah program start up digital, untuk mendidik anak-anak milenial menjadi pengusaha rintisan yang bergerak dalam bidang digital.

“Apakah itu bergerak di bidang pariwisata, bagaimana mendorong pariwisata di Babel menjadi lebih baik dengan memanfaat teknologi informasi dan komunikasi,” tukasnya.

 

 

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Khalimo
Fotografer: 
Khalimo
Editor: 
Fitra