Diskusi Publik Kemenkominfo dengan Para Pengguna Aktif Medsos Mengenai Konten Ilegal dan UU ITE

Balunijuk - Penanganan konten ilegal dalam Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) menjadi pembahasan yang menarik bagi millennials, mengingat kehidupan manusia tidak terlepas dari teknologi yang semakin berkembang pesat.

Dengan hadirnya teknologi intenet, manusia mendapatkan dampak positif yang diikuti dengan dampak negatif, yang salah satunya adalah cyber crime. Maka masyarakat perlu mengetahui ada nya UU ITE untuk mengantisipasi cyber crime.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI pun mengadakan diskusi publik mengenai Penanganan Konten Ilegal Dalam UU ITE di Universitas Bangka Belitung, Jumat (20/09). Yang menghadirkan narasumber Kassubag Penyusunan Rancangan Peraturan Ditjen Aplikasi Informatika Kemenkominfo RI, Denden imadudin soleh.

Denden menyampaikan contoh sederhana dari tindakan cyber crime, seperti nomer HP yg di hack/retas. Dengan nomer tersebut seseorang menggunakan untuk meminta sejumlah uang. Selain itu juga pencurian kartu kredit pun kerap terjadi.

Selain hal tersebut, bahkan memasuki komputer seseorang tanpa ijin juga termasuk salah satu cyber crime, begitu pula dengan menyebar hoax yang dapat dijerat dengan UU ITE.

“Saya harap masyarakat untuk tidak ikut-ikutan. Terutama di dalam grup pada applikasi berkirim pesan yang beritanya belum tentu benar,” ujar Denden.

Menurut Denden, Indonesia termasuk pengguna media sosial yang cukup besar. Pelanggaran yang cukup banyak terjadi akibat kebablasannya para pengguna teknologi biasanya terkait dengan UU ITE pasal 27 yang mengenai kesusilaan, perjudian, penghinaan dan/atau pencemaran nama baik, pemerasan dan/atau pengancaman.

Begitu juga pada pasal 28, mengenai penyebaran berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian dalam menyebarkan informasi. Yang terakhir adalah pasal 29, dimana setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mengirimkan Informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan secara pribadi.

Untuk kasus ini cyber crime ini pun tidak hanya terjadi di kota-kota besar, namun juga terjadi di Bangka Belitung. Dengan adanya hal seperti ini, pihak kepolisian cepat merespon dengan melibatkan pihak kominfo untuk dapat melakukan pembuktian.

Untuk itu diharapkan perilaku masyarakat dalam dunia maya tetap beretika, santun, dan damai. Karena hukum tidak hanya menjerat di dunia nyata namun dapat menjerat perilaku manusia di dunia maya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Khalimo
Fotografer: 
Khalimo